Pimpinan Keuskupan Canterbury Dr. Rowan Williams tetap mempertahankan pendapatnya bahwa ada beberapa aspek dalam hukum syariah Islam yang selayaknya diadopsi oleh Inggris untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi warga Muslim.
Pada orang-orang yang mengkritiknya, Uskup Williams mengatakan bahwa mereka sudah salah memahami pernyataannya. Lagipula, tegas Uskup Williams, pernyataannya itu bukan pernyataan yang "asal bunyi" tapi sudah melalui riset yang matang.
"Keuskupan tidak menyarankan agar juridiksi hukum diparalelkan, tapi menyarankan agar dilakukan eksplorasi di mana akomodasi mungkin bisa diberikan dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan keagamaan, " tulis Uskup Williams di situs pribadinya.
Uskup Williams mengatakan bahwa Inggris sudah saatnya mengadopsi sejumlah hukum syariah, dalam dalam ceramah dan wawancara di radio BBC hari Kamis (7/2). Pernyataannya menuai kritik dari berbagai kalangan gereja di Inggris dan kritikan itu langsung dijawab oleh Uskup Williams di situs pribadinya pada Jumat (8/2).
Dalam situsnya antara lain dikatakan bahwa pernyataan Uskup Williams sudah melalui riset yang dalam dan konsultasi dengan sejumlah pakar hukum, khususnya pakar yang memiliki kapabilitas dan pengalaman tentang sistem hukum Islam dan Yahudi.
Namun tidak semua kalangan gereja menentang pernyataan Uskup Williams. Uskup Hulme Stephen Lowe adalah salah seorang membela Uskup Williams. Ia menilai cara sejumlah orang dan media yang mengecam Uskup Williams sungguh memalukan.
"Kita bisa jadi memiliki salah seorang yang paling hebat dari sekian banyak uskup di Keuskupan Canterbury. Dia (Williams) tak diragukan lagi salah seorang yang memiliki pemikiran yang paling mencerahkan di negeri ini, " kata Lowe seperti dikutip Guardian edisi hari ini, Sabtu (9/2).
Para pemuka warga Muslim di Inggris dengan hati-hati membenarkan pernyataan Williams bahwa sebagian orang sudah salah menafsirkan pernyataannya. Mereka menyatakan, perdebatan mengenai masalah ini sudah lepas kontrol karena mereka yang mengkritik tidak memahami bahwa yang dimaksud Williams adalah hukum syariah dari aspek sipilnya dan bukan pidananya.
Meski Uskup Williams sudah mengklarifikasi pernyataannya di situs pribadinya, namun kecaman dan kritik masih terus mengalir. Bahkan ada yang mengajak publik Inggris mendesak Williams agar mengundurkan diri sebagai pimpinan Keuskupan Canterbury. (ln/iol)
Sumber: Eramuslim
Form Pendaftaran Anggota Gema Pembebasan
Yahoo! News: World News
Media Indonesia
Voice of New Generation
Syariah
Friday, February 22, 2008
Uskup Williams, Syariah Islam di Inggris Tak Bisa Dihindari
Ketua Umum Al-Ikhwan, "Mereka Mengira Penangkapan Menjadikan Kami Mundur"
.jpg)
Meski penangkapan massal menimpa ratusan tokoh dan aktifis Al-Ikhwan Al-Muslimun di Mesir, namun organisasi itu tetap bertekad untuk terlibat dalam pemilu legislatif yang akan digelar April tahun ini.
Ketua Umum Al-Ikhwa Al-Muslimun, Mahdi Akef, dalam siaran persnya di Kairo mengatakan, “Kami telah menetapkan untuk tetap terlibat dalam pemilu legislatif ini karena Allah dan untuk berkontribusi menyelamatkan umat.”
Akan tetapi Akef tidak menjelaskan jumlah pasti berapa calon dari Al-Ikhwan yang akan ikut dalam pemilu. Ia hanya mengatakan, “Nama-nama para calon dan jumlah mereka tidak akan diumumkan sekarang untuk menjaga agar mereka tidak ditangkap, mengingat apa yang pernah terjadi pada pemilu pertengahan tahun silam.”
Masih menurut Akef, jumlah kursi yang akan diperoleh Al-Ikhwan kelak akan ditetapkan oleh Maktab AL Ikhwan di setiap distriknya “Al-Ikhwan eksis dengan seluruh kelompok dan tingkatan masyarakat Mesir. Karenanya kami akan selalu berupaya serius untuk mencalonkan para anggota di setiap kota dan desa, ” ujarnya.
Ia menjelaskan pula bahwa keterlibatan Al-Ikhwan dalam pemilu akan tetap dilakukan meskipun aksi penangkapan yang kini terjadi dan dilakukan oleh pemerintah atas para anggotanya.
“Mereka mengira bahwa masalah ini akan menghalangi kita untuk memperoleh hak dalam beramal. Penangkapan anggota Al-Ikhwan, justru menunjukkan tak adanya niat baik dari pemerintah untuk memperbaiki demokrasi di Mesir, ” jelasnya. (na-str/iol)
Sumber: Eramuslim
Saturday, July 7, 2007
Negeri CPO Langka Minyak
Beberapa bulan ini kita diramaikan dengan berita langkanya minyak goreng sawit. Akibat kelangkaan minyak goreng yang terbuat dari sawit ini, membuat harga minyak goreng bertengger sebesar Rp8.000 per liter yang semula Rp6.000. Bahkan di Mataram NTB harga minyak goreng Rp10.000 per kg. Ironisnya, Indonesia merupakan produksi minyak sawit mentah terbesar kedua setelah malaysia yaitu sebanyak 16 juta ton per tahun, dengan areal perkebunan sawit sebesar 6,07 juta hektar.
Banyak pihak yang menyesalkan terjadinya kenaikan harga yang mendadak ini. Mentan menyesalkan, dengan kondisi produksi Crude Palm Oil (CPO) dalam negeri yang cukup besar, seharusnya tidak akan terjadi kenaikan harga minyak goreng yang sangat tinggi. Namun Mentan mengakui, peningkatan permintaan CPO untuk biodisel di beberapa negara —Termasuk eropa— ikut berdampak terhadap kenaikan harga CPO di dalam negeri. Akibatnya harga minyak goreng juga terangkat naik.
Kemudian Menteri Perindustrian Fahmi Idris juga angkat bicara. Dia menduga ada aksi spekulan besar dan kecil sehingga mendorong gejolak harga di dalam negeri. Untuk Spekulan besar, Fahmi mensinyalir praktik mencari keuntungan dilakukan antara lain dengan membeli minyak goreng dalam jumlah besar, misalnya 1.000 ton. Komoditas itu kemudian tidak segera disalurkan, tetapi didiamkan dulu di pabrik dan setelah harga naik baru diambil. Sedangkan spekulan kecil, dilakukan pedagang intrainsuler. Mereka membeli minyak goreng dari Pulau Jawa dengan delivery order (DO) dalam negeri.
Kurangkah Produksi?
Dirjen Perkebunan, Depertemen Pertanian, Achmad Mangga Barani sendiri membantah kenaikan harga minyak goreng disebabkan Indonesia kekurangan CPO. Berdasarkan data produksi CPO dalam negeri yang mencapai 16 juta ton per tahun, sulit rasanya alasan pabrik kekurangan bahan baku. Namun karena harga di luar negeri lebih baik, maka industri lebih suka mengekspor CPO daripada memenuhi untuk industri dalam negeri. Imbasnya jelas, pasokan untuk pabrik dalam negeri menjadi berkurang.
Produksi CPO sebanyak 16 juta ton itu dihasilkan dari areal tanaman kelapa sawit 6,07 juta hektare, terdiri dari perkebunan rakyat seluas 2,63 juta hektare, perkebunan besar milik negara 679.000 hektare dan perkebunan besar swasta 2,742 juta hektare. Dirjen Pengolahan dan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian, Djoko Said Damardjati mengatakan, dengan produksi CPO sebanyak 16 juta ton, sekitar 12 juta ton dieskpor dan untuk konsumsi dalam negeri hanya 3,8 juta ton. Dari 3,8 juta ton, sebanyak 3,3 juta ton dikonsumsi langsung, sedangkan 0,5 juta ton untuk industri. Dengan demikian, rata-rata kebutuhan untuk dalam negeri hanya 250.000 ton/bulan, dimana 100.000 ton untuk industri minyak goreng.
Harga Ekspor dan Subsidi
Berdasarkan informasi, harga pasar CPO di tingkat dunia yang tinggi hingga 700 dolar AS per ton dan harga lelang CPO di Jakarta mencapai Rp6.900 per kg. Djoko menganggap produsen seperti mendapat durian runtuh dengan ekspor CPO. Padahal, rata-rata harga CPO di pasar Internasional sampai Maret lalu hanya 420 dolar AS/ton dan harga tandan buah segar hanya Rp600/kg. Sebenarnya dengan memberikan subsidi terhadap harga minyak goreng, mereka tidak akan rugi, karena yang diekspor jauh lebih banyak.
Dengan harga subsidi, produsen bisa menjual CPO ke pabrik refinery Rp5100/kg untuk diolah sebagai bahan baku minyak goreng yang dijual ke industri minyak goreng Rp5.700/kg. Mereka masih mendapatkan selisih kos pengolahan Rp600 per kg. Harga minyak goreng selanjutnya bisa dijual ke pengecer sebesar Rp6.100 per kg, sehingga sampai di tingkat konsumen nantinya hanya Rp6.500 per kg.
Operasi Pasar
Menteri Perdagangan, Marie Elka Pangestu, mengatakan kebijakan yang kita ambil bukan mengendalikan ekspor atau pajak eskpor, melainkan diusahakan dalam bentuk operasi pasar. Padahal sebenarnya kebijakan Operasi Pasar (OP) kerap kali diterapkan pada kebutuhan pokok lainnya seperti beras, namun hasilnya tidak mampu meredam harga pasar.
Ketua Harian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Derom Bangun mengaku pengusaha telah sepakat menambah volume CPO untuk operasi pasar menjadi 150.000 ton. Ketua Asosiasi Industri Minyak Makan (AIMMI) Adiwisoko Kasman juga mengambil langkah-langkah stabilisasi harga, yaitu memperbanyak jumlah penyalur. Sayangnya pada saat tulisan ini dibuat harga minyak goreng masih tinggi. Ini membuktikan bahwa dengan langkah-langkah yang telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun oleh swasta ternyata tidak berhasil.
Untuk menurunkan harga minyak goreng pemerintah menerapkan tiga langkah. Langkah pertama program stabilisasi harga (PSH) dengan meminta produsen melakukan operasi pasar. Caranya, pengusaha wajib memasok CPO dengan harga yang murah minimal 100 ribu ton. Langkah kedua adalah dengan menerapkan kuota bagi produksi CPO atau DMO per tahun menjadi 4,5-5 juta ton dari sebelumnya 16 juta ton. Kalau itu juga tidak berhasil menurunkan harga minyak goreng baru diterapkan pengenaan pajak ekspor.
Pelarangan Penimbunan Barang
Apabila terjadi lonjakan harga dengan tiba-tiba, perlu diwaspadai adanya aksi penimbunan. Syariah Islam telah melarang umatnya untuk melakukan penimbunan. Dalam sistem ekonomi kapitalis yang terjadi kini, aksi timbun-menimbun bukan hanya terhadap keperluan pokok tetapi juga di luar keperluan pokok. Apalagi saat ini pemerintah juga tidak mempunyai instrumen untuk mengontrol pergerakan, termasuk harga minyak goreng kecuali membuat ancaman menaikkan pajak ekspor.
Pemerintah juga sangat menggantungkan operasi pasar dari swasta. Semua ini menunjukkan pemerintah tidak mempunyai kemampuan menambah pasokan minyak goreng. Indonesia yang merupakan produsen CPO terbesar setelah Malaysia, tidak seharusnya mengalami kelangkaan minyak goreng. Ini membuktikan bahwa penerapan sistem ekonomi kapitalis selama ini telah membuat rakyat sengsara. Masihkah negeri CPO ini terpeleset? [Zulhelmy, SE Ak, MSi.Ak; Dosen Tetap Universitas Islam Riau dan Aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Riau. Riau Pos, 30 Juni 2007]
Indonesia Minta DCA Dibahas Kembali
Jumat, 6 Jul 07 17:21 WIB
Menyikapi berbagai kritik atas diberlakukannya perjanjian pertahanan RI-Indonesia (Defend Operation Agreement/DCA), pemerintah Indonesia mengusulkan agar kedua perwakilan negara kembali membahas hal-hal yang bersifat teknis dalam substansi perjanjian itu, sehingga menimbulkan interpretasi yang berbeda.
"Khususnya yang menyangkut daerah militer belum ada, oleh karena itu kita memandang perlu kedua belah pihak untuk duduk kembali, membahas pengaturan yang bersifat teknis khusus untuk bravo area, "ujar Juru Bicara Deplu Kristiarto soerjo Legowo, di Kantor Departemen Luar Negeri, Jakarta, Jum'at (6/7).
Menurutnya, hal yang bersifat sensitif seperti penggunaan daerah latihan militer dalam pasal 6 DCA perlu pengaturan yang lebih jelas baik secara teknis, operasional maupun administrasi.
Kristiarto membantah anggapan yang menyatakan bahwa dengan perjanjian itu Singapura telah berbuat curang terhadap Indonesia. Ia menegaskan kembali, untuk menerapkan perjanjian itu tidak ada yang berhak berbuat sesuatu tanpa persetujuan kedua belah pihak.
"Saya ingin tekankan lagi, Indonesia berpandangan bahwa DCA itu tidak bersifat self executing, tidak bisa diperlakuan begitu saja dengan sendirinya, " tandasnya.
Ia menjelaskan, keterkaitan antara DCA dengan perjanjian ekstradisi menyangkut masalah proses terbentuknya perjanjian, bukan diartikan sebagai barter, yang jelas apapun bentuknya perjanjian itu akan membawa manfaat bagi Indonesia. (novel)
Israel Bangun Sinagog di Bawah Mesjid Al-Aqsa
Rabu, 4 Jan 06 10:33 WIB
Lembaga tinggi asosiasi Islam dan Asosiasi Al-Aqsa untuk pemeliharaan tempat-tempat suci menyatakan Israel sedang membangun sebuah sinagog di bawah Mesjid Al-Aqsa.
"Sinagog itu dibangun tepat di bawah Mesjid Al-Aqsa, sekitar 90 meter dari Kubah Batu," kata Raed Salah, ketua Gerakan Islam di Jalur Hijau dalam keterangan persnya seperti dikutip Aljazeera.
Menurut Salah, sinagog itu memiliki 7 ruangan yang menggambarkan sejarah Yahudi. Salah satu ruangan menggambarkan zaman Nazi Jerman dan Holocaust yang terjadi pada Perang Dunia II. Selain sinagog dengan 7 ruangan tersebut, Israel juga sedang membangun sinagog khusus wanita di lokasi yang sama.
Dalam konferensi pers tersebut, ditayangkan video dan foto-foto dokumentasi pembangunan sinagog dan penggalian yang masih terus dilakukan Israel di bawah Mesjid Al-Aqsa. Mufti Al-Quds dan Palestina, Syeikh Ikrema Sabri sudah mendesaka danya intervensi dunia Islam untuk menghentikan penggalian itu.
"Otorita Israel sudah mengeksploitasi pintu gerbang di sisi barat Al-Aqsa sejak 1996 dengan cara melakukan penggalian-penggalian yang pada akhirnya bertujuan untuk mendirikan sebuah sinagog," kata Syeikh Sabri dalam konferensi pers itu.
"Pembangunan sinagog membuktikan bahwa Israel tidak menemukan tanda-tanda apapun atas keyakinan mereka tentang adanya Kuil Sulaiman di tempat itu, itulah sebabnya mereka membangun ruangan-ruangan yang secara tersamar menggambarkan sejarah agama mereka," tambah Sabri.
Sementara itu, Salah mengingatkan Israel bahwa penggalian yang mereka lakukan bisa membahayakan struktur Mesjid Al-Aqsa.
"Seorang sopir truk ditugaskan untuk memindahkan peralatan ke lokasi penggalian dan ia sangat terkejut melihat lorong yang sangat besar di bawah mesjid, yang bisa dilewati sebuah truk," ujar Salah.
Ia juga mengingatkan, agresi Israel terhadap tempat-tempat suci umat Islam akan menghadapi serangan balasan. "Anda mengundang munculnya perlawanan untuk menghentikan kegiatan terhadap mesjid itu," kata Salah ditujukan pada pemerintah Israel.
Bukan tidak mungkin, perusakan terhadap Mesjid Al-Aqsa akan membangkitkan kembali gelombang Intifada seperti yang terjadi pada September 2000 lalu, saat Ariel Sharon berkunjung ke Al-Aqsa.
Upaya-upaya perusakan terhadap Mesjid Al-Aqsa sudah terjadi berulang kali. Pada tahun 1996, 80 orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel ketika mereka sedang melakukan aksi protes atas penggalian terowongan di bawah Mesjid Al-Aqsa. Jauh sebelumnya, pada 21 Agustus 1969, bagian selatan Mesjid Al-Aqsa dibakar. Bagian mesjid seluas 1.500 meter persegi itu rusak termasuk anak tangga bersejarah yang dibangun tokoh pejuang Islam, Shalahuddin Al-Ayyubi.
Warga Palestina menuding pembakaran itu dilakukan oleh kelompok ekstrim Yahudi dan pemerintah Israel. Namun tudingan itu dibantah Israel yang mengklaim bahwa kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek listrik. Namun di kemudian hari, seorang laki-laki asal Australia yang sedang mencari pengungsi di Kibbutz terbukti bersalah melakukan pembakaran itu dan dibebaskan setelah mendapatkan terapi psikiatri. (ln/iol)
-->
Wednesday, July 4, 2007
Dukungan Terhadap Komisi I DPR RI untuk Menolak DCA (Defence Cooperating Agreement)
KANTOR JURUBICARA HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Nomor: 116/PU/E/06/07; Jakarta, 27 juni 2007 M
PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA
TENTANG
Dukungan Terhadap Komisi I DPR RI untuk Menolak DCA
(Defence Cooperating Agreement)
Akhirnya Komisi I DPR RI dengan tegas menolak Perjanjian Kerjasama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) dengan Singapura. Perjanjian ini memang lebih tepat disebut perjanjian untuk memberikan hak latih bagi militer Singapura di wilayah Indonesia yang membentang antara Pulau Natuna Besar dan Kepulauan Anambas mengingat tidak satupun klausul yang membolehkan TNI berlatih di wilayah Singapura. Selama bertahun-tahun Singapura, negara kecil yang tidak memiliki area latih itu, terpaksa harus menyewa di sejumlah negara dengan harga yang sangat mahal. Dengan adanya perjanjian dengan Indonesia, Singapura tentu tidak perlu repot-repot lagi menyewa area untuk latihan militernya, karena Indonesia telah menyediakannya secara gratis.
Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa dalam penggunaan wilayah latihan itu (laut dan udara), Singapura bahkan bisa mengikutsertakan pihak ketiga, meski dengan terlebih dulu meminta izin Indonesia. Masalahnya adalah jika pihak ketiga itu adalah AS yang memang telah lama ingin berperan di wilayah ini. Dengan posisi pemerintah Indonesia terhadap tekanan AS selama ini terbukti sangat lemah bahkan tidak berdaya – sehingga tidak kuasa menolak permintaan itu, maka perjanjian itu praktis akan menjadi alat legitimasi untuk masuknya militer AS ke wilayah Indonesia dengan kedok latihan militer bersama. Memang, melalui perjanjian ini Indonesia dimungkinkan dapat ‘menikmati’ fasilitas militer Singapura. Namun, tentu hal itu tidak sebanding dengan bahaya keterlibatan pihak ketiga seperti AS di wilayah ini karena kehadiran AS di wilayah ini tentu mengancam kedaulatan Indonesia.
Apalagi telah lama diketahui, bahwa AS memiliki ambisi politik di kawasan Asia Tenggara. Berbagai upaya telah dilakukan AS. Diantaranya, pernah menawarkan diri untuk membangun pangkalan militer di kawasan Thailand Selatan dengan dalih ingin membantu menghancurkan gerakan militan Islam yang makin intens melakukan gerakan di wilayah Pattani yang memang didominasi muslim. Upaya AS untuk menghadirkan armada militer di kawasan itu tentu saja merupakan bagian dari grand strategy AS untuk mengontrol kawasan Asia Tenggara yang memang sangat strategis baik secara militer, politik maupun ekonomi. Namun, Malaysia dan Indonesia menolak rencana itu karena kedua negara tegas menentang setiap kehadiran militer asing manapun di Selat Malaka. Karenanya, AS yang telah melakukan kerjasama militer yang kuat dengan Filipina dan Thailand mencoba cara lain. Yakni lewat pemerintah Singapura, melalui perjanjian kerjasama pertahanan yang baru saja ditandatangani itu.
Oleh karena itu, penandatangan kerjasama pertahanan RI-Singapura alih-alih menguntungkan Indonesia, tetapi malah akan semakin menguatkan cengkeraman AS di kawasan Asia Tenggara, dan terhadap Indonesia khususnya. Jika demikian, berarti Indonesia telah secara sadar memberi jalan bagi masuknya kekuatan militer asing ke dalam wilayah Indonesia meski dalam area yang terbatas.
Berkenaan dengan hal itu, maka Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:
Mendukung sikap Komisi I DPR RI yang menolak perjanjian ini sebagai bagian dari kewajiban untuk melakukan muhasabah (kontrol) kepada pemerintah, yang memang diwajibkan oleh syariah. Selanjutnya Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan kepada DPR RI tidak meratifikasi perjanjian itu, karena jelas berpotenti mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.
Menyerukan kepada para anggota DPR khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya untuk terus mencermati berbagai kecenderungan yang terjadi akhir-akhir ini yang makin menunjukkan ketundukan pemerintah RI terhadap kekuatan asing, mulai dari penyererahan blok kaya minyak di Cepu, pembiaran Exxon Mobil di blok kaya gas Natuna meski kontrak 25 tahun tanpa produksi sudah habis Januari 2007, hingga dukungan RI terhadap resolusi DK PBB Nomer 1747 tentang sanksi terhadap Iran dan perjanjian DCA dengan Singapura ini. Kecenderungan seperti ini jelas sangat berbahaya karena akan makin membawa Indonesia ke dalam arus kepentingan asing yang jelas akan membahayakan Indonesia kini dan masa datang.
Sesungguhnya alasan utama perjanjian ini, selain paket perjanjian ekstradisi, adalah iming-iming penggunaaan peralatan militer Singapura yang canggih, karena keterbatasan peralatan militer Indonesia. Ini berarti perjanjian ini dibangun dengan logika ketidakmapuan Indonesia dan ketergantungannya kepada pihak asing. Logika pragmatis seperti ini tentu berbahaya. Padahal seharusnya, dengan sumber daya alam dan manusia yang melimpah, justru Indonesia mampu membangun industri berat, termasuk industri militer tercanggih sekalipun. Tetapi, semuanya itu disia-siakan, malah memilih jalan pintas, yang justru bisa mengorbankan kepentingan negeri dan rakyatnya sendiri.
Karena itu, hanya dengan Khilafah yang menerapkan syariah, negeri ini benar-benar akan berdaulat, bebas dari penjajahan dan mempunyai kekuatan pertahanan dan militer yang tangguh. Karena, hanya sistem syariahlah yang bisa menjamin pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang melimpah demi kemaslahatan negeri dan rakyatnya.
Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net
Gedung Anakida Lantai 7
Jl. Prof. Soepomo Nomer 27, Jakarta Selatan 12790
Telp / Fax : (62-21) 8353253 Fax. (62-21) 8353254
Email : info@al-islam.or.id Websiite : http://www.al-islam.or.id/www.hizbut-tahrir.or.id
Wednesday, June 20, 2007
Sudah Baca Basmallah?
Oleh Lizsa Anggraeny
Oleh: Lizsa Anggraeny
"Itadakimasu...!" Terdengar teriakan suara anak kecil. Onigiri di tangan, bersiap disuapkan ke mulut. Tiba-tiba, suara lembut sang ibu bertanya sambil menahan tangan sang anak. "Sudah baca Bismillah belum?" Merasa kenyamanannya terganggu, si anak lalu berkata, "Tidak mau!" Mendengar jawaban seperti itu, sang Ibu berkata tegas, "Belum Bismillah, berarti onigiri ini nggak boleh dimakan. "Entah karena lapar atau memang tidak suka dengan teguran sang Ibu, si anak mulai 'ngadat' menangis keras. Salah satu teman si ibu yang melihat kejadian tersebut berkata. "Biarin aja onigirinya dimakan, sudah ngucapin itadakimasu, ya kan?" Sekilas ia melirik seolah mencari persetujuan.
Situasi seperti ini, pernah saya temui dalam acara pertemuan ibu-ibu. Ya betul, secara table manner Jepang, ucapan anak tersebut sudah benar. Tapi secara manner Islam, apakah sudah cukup? Tiba-tiba ingatan saya melayang pada sebuah buku yang berkisah tentang keutamaan basmallah. Pun teringat kepada seorang teman muslimah Jepang.
Dalam buku tersebut diceritakan, ada seorang isteri bersuamikan seorang munafiq. Sang isteri memiliki kebiasaan membaca basmallah setiap akan memulai sesuatu. Sang suami membenci perbuatan tersebut. Hingga suatu saat dia berjanji dalam hati, "Saya akan membuatnya malu!" Untuk melaksanakan niatnya, si suami memberikan pundi uang dan berkata, "simpanlah pundi ini. " Sang isteri menerima dan menyimpannya di sebuah tempat sambil mengucapkan basmallah.
Selang beberapa hari, diam-diam, sang suami mengambil pundi tersebut lalu membuangnya ke sumur belakang. Ia merasa senang karena akan bisa membuktikan pada isterinya bahwa tidak ada manfaatnya mengucapkan basmallah. Kemudian sang suami berpura-pura meminta isterinya untuk mengembalikan pundinya. Sang isteri mencari pundi tersebut di tempat ia menyimpannya sambil membaca basmallah.
Bersamaan dengan itu, Allah SWT memerintahkan Jibril turun ke dasar sumur untuk mengembalikan pundi tersebut. Sang isteri yang tidak mengetahui ulah suaminya, dengan mudah menemukan pundi yang dimaksud. Melihat hal itu sang suami terkesima dan bertaubat.
Ada pula kisah tentang Abu Muslim al-Khulani. Ia memiliki budak perempuan yang sangat benci padanya. Setiap hari, budak perempuan tersebut selalu menuangkan racun ke dalam minuman majikannya. Hal tersebut berlangsung hingga jangka waktu yang lama. Namun tidak ada perubahan sedikitpun pada sang majikan.
Hingga ia berterus terang. "Aku telah menuangkan racun sejak lama, akan tetapi tidak ada pengaruhnya sama sekali pada anda... " Mendengar itu, Abu Muslim berkata, "Setiap kali saya akan makan, minum atau melakukan pekerjaan, selalu membaca bismillahirrahmanirrahim. "
Sedangkan cerita lain tentang kekuatan basmallah, saya dengar langsung dari seorang teman muslimah Jepang. Sebutlah Tomoko-san. Bertemu pertama kali dalam satu pengajian di masjid sekitar Tokyo. Seringnya bertemu ada rasa penasaran yang tersimpan di hati. Bagaimana hidayah Islam itu datang padanya? Karena yang saya tahu, ia bersyahadah bukan karena pernikahan dengan seorang muslim. Hingga suatu saat saya beranikan diri bertanya.
Alasannya singkat. Ia mengenal Islam, karena terpesona dengan basmallah. Kalimat tersebut tidak sengaja ia temukan sewaktu masih SMA, di sebuah toko buku, di salah satu pojok bacaan tentang Islam. Di sana ia menemukan tulisan "Bismilahiirrahmanirrahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). " Pertama kali membaca kalimat tersebut, dadanya bergetar. Siapa Allah itu? Kenapa Ia memiliki rasa Maha Pengasih dan Penyayang? Darimana asalnya kata-kata seindah ini?
Sejak saat itu, ia seolah 'jatuh cinta, ' pada basmallah. Meskipun tidak pernah tahu arti sesungguhnya bacaan tersebut, tapi ia percaya bahwa basmallah adalah sebuah 'jampi-jampi' yang dapat menjaganya dari hal-hal yang buruk. Di atas tempat tidur, meja belajar, di setiap buku ataupun dalam omamori pasti ia tulis kalimat tersebut.
Hingga suatu saat salah seorang guru yang mengetahuinya, melarang untuk meneruskan kebiasaan tersebut. Juga menasehati agar tidak membuka buku-buku tentang Islam. "Agama teroris, " begitu ucapan gurunya saat itu. Tomoko san hanya bisa tercengang kaget mendengar penjelasan tersebut. Benarkan Islam agama teroris? Jika teroris, mengapa memiliki kata-kata yang begitu indah seperti ini? Semakin hari, semakin penasaran ia dibuatnya.
Setelah lulus SMA, keinginannya untuk mengetahui arti sesungguhnya kata basmallah semakin kuat. Ia mulai rajin membaca beberapa buku Islam dan mendatangi perkumpulan-perkumpulan muslim. Hingga akhirnya hidayah itu datang dan syahadat diikrarkan. Ia percaya, dari kalimat basmallah jalan menuju hidayah terbuka.
***
Betapa hebat kekuatan basmallah. Meskipun secara sadar ataupun tidak, kadang kita melupakannya. Terimbas oleh kata-kata lain yang dianggap lebih baik. Terutama bagi muslim yang tinggal di Jepang, sebuah negara sekuler yang memiliki pola pemikiran 'Islami' tertib, teratur, disiplin.
Pola pemikiran mereka, terkadang menggeser pola pemikiran Islam. Tidak salah jika sang ibu di cerita atas, begitu tegas mengajarkan anaknya ucapan basmallah. Ibu tersebut pasti tidak ingin buah hati tercintanya terimbas oleh pola pemikiran Jepang. Dasar-dasar Islam harus diterapkan sedini mungkin agar di manapun berada, seorang muslim tetap memiliki izzah Islam.
Kembali ke basmallah, jika ditelusuri, kita akan menemukan mutiara ilmu yang luar biasa pada bacaan tersebut. Menyebut bismillah di permulaan tiap pekerjaan berarti kita sedang mengingat akan kebesaran Allah swt. Menyadari akan keagungan-Nya. Mendatangkan perlindungan-Nya. Betapapun sulit dan berat sebuah pekerjaan, akan terasa ringan dengan mengucapkan basmallah, karena ia mendatangkan ketenangan lahir batin. Kekuatannya tidak bisa tergantikan, meskipun ada kata-kata lain yang memiliki arti sedemikian bagusnya.
Jadi, tidaklah salah jika saya bertanya pada anda, "sudah baca basmallah?" Untuk mengawali aktifitas membaca tulisan ini.
Wallahu`alambisshowab.
Catatan:
1. Itadakimasu = Diucapkan oleh orang Jepang sebelum makan. Yang memiliki arti harfiah “saya terima berkah makanan ini”
2. Onigiri = Bulatan nasi khas Jepang yang dibungkus rumput laut.
3. Omamori = Benda (jimat ) yang dianggap sebagai pelindung.
Tokyo, aishliz et FLP-Jepang
Libforall: Program Liberalisasi Umat Islam Indonesia
Kamis, 5 Apr 07 00:46 WIB
Sesekali bukalah situs www. Libforall. Com, di sana ada sejumlah pengakuan jujur kaum liberalis Amerika dan juga pendukungnya di Indonesia untuk menghantam pemikiran Islam kafaah dan syumuliyah yang ada di dalam masyarakat Indonesia. Mereka menyebut umat Islam yang ingin menerapkan syariah Allah ini dengan sebutan “Islam Fundamentalis” dan bahkan menyebutnya sebagai “Teroris”.
Situs yang memiliki slogan “Promote the Culture of Liberty and Tolerance Worldwide” (Menyebarkan budaya kebebasan dan toleransi ke seluruh dunia) ini dalam halaman pertamanya memuat misinya yang antara lain memecah-belah kaum Muslimin dengan membedakan antara kaum Muslimin Fundamentalis yang dianggap sama dengan teroris dengan Muslim Tradisionalis yang disebutnya Muslim Moderat.
Jika kita klik enter maka terpampanglah halaman berikutnya yang diawali dengan sebuah kutipan atas pernyataan Abdurrahman Wahid seperti yang pernah dimuat di dalam The Wall Street Journal yang berbunyi: “
“Muslims themselves can and must propagate an understanding of the ‘right’ Islam, and thereby discredit extremist ideology. Yet to accomplish this task requires the understanding and support of like-minded individuals, organizations and governments throughout the world. Our goal must be to illuminate the hearts and minds of humanity, and offer a compelling alternate vision of Islam, one that banishes the fanatical ideology of hatred to the darkness from which it emerged, ” demikian Wahid yang juga menjabat sebagai LibForAll co-founder, patron and board member.
Jadi, menurut “kiai” yang pernah foto bareng sedang memangku Aryanti Boru Sitepu—perempuan bukan muhrimnya ini hanya pakai daster, umat Islam seharusnya menyebarkan ‘kebenaran’ Islam yang sejuk dan menentang pemikiran Islam radikal. Entah, kebenaran macam apa yang dimaksud oleh “kiai” jenis ini.
Di dalam halaman bertajuk “Indonesian Programs” (Program untuk Indonesia) disebutkan bahwa Libforall sejak 2004 mengefektifkan programnya untuk Indonesia yang disebut sebagai satu negara yang memiliki jumlah Muslim terbanyak dunia, dengan menggandeng orang-orang Indonesia yang disebutnya sebagai tokoh-tokoh umat Islam Indonesia yang telah tercerahkan (baca: tentunya dalam pemahaman kamus kaum liberal). Beberapa programnya secara garis besar adalah:
Mendukung berdirinya “Wahid Institute” yang memiliki slogan “Seeding plural and peaceful Islam” dengan ikut mengembangkan pemahaman “Islam Moderat” dan menyebarkan gagasan pembaharan di bidang demokrasi, pluralisme, dan toleransi antara Muslim di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Wahid Institute dipimpin oleh puteri tertua Abdurrahman Wahid yakni Yenni Wahid.
Lalu di bagian bawah ada foto Abdul Munir Mulkhan, tokoh liberal dari Muhammadiyah, bersama CEO Libforall Hollan C. Taylor. Abdul Munir Mulkhan ini mendirikan Yayasan Falsafatuna yang menggabungkan pemahaman sufiisme dengan ke dalam materi pendidikan sekolah untuk menghantam pemikiran Islam fundamentalis.
Lalu ada pula Yayasan Darmokusumo yang bermarkas di Yogya yang menggabungkan Islam dengan kejawen. Yayasan Libforall menyokong yayasan-yayasan lokal ini dengan program dan dana.
Ada lagi pernyataan jujur yang mencengangkan. Libforall mengadakan pendidikan bagi anak-anak Islam yang berada dalam kemiskinan, “…agar anak-anak miskin ini menerima pendidikan kesetaraan untuk toleransi, penguatan, dan keterampilan individual, dan juga berempati terhadap agama lain, menghadapi dunia maju. ” Seraya menuliskan kegiatannya ada di Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga merambah anak-anak korban tsunami di Aceh.
Yang cukup membuat surprise, LibForAll Foundation ternyata juga menggandeng salah satu kelompok musik papan atas Indonesia untuk menyukseskan program liberalisasi Muslim Indonesia. Kelompok musik ini bernama Dewa untuk, “…to counter extremist ideology in the world's most populous Muslim nation. ”
Kelompok Musik Dewa
Pertemanan antara Libforall dengan kelompok musik Dewa agaknya sangat istimewa. Jika Wahid Institute hanya disinggung sekali di dalam satu halaman situs ini, maka untuk Dewa disediakan dua halaman khusus (Popular Culture dan Warriors of Love) yang secara cukup lengkap memuat detil program berikut foto-foto yang amat mesra antara para pengusung liberalisme Islam ini.
Bersama dengan Dawn Elder Management, Libforall membentuk satu gugus tugas dalam bidang manajemen kelompok-kelompok musik Islam dan non-Islam dunia untuk menyebarkan paham liberalisme yang dikatakan sebagai toleransi, pluralisme, dan demokrasi.
Salah satu proyek yang digagas mereka adalah merekam dan menerjemahkan lagu “Laskar Cinta” (Warriors of Love) ke dalam bahasa-bahasa dunia antara lain bahasa Arab, Parsi, Turki, Hindi/Urdu, Bengali, Swahili, Mandingue, Hausa, Perancis, Spanyol, Rusia, dan Inggris. Selain menerjemahkan, mereka juga membuat video klip dan juga bertanggungjawab atas distribusinya. Belum cukup sampai di sini, promosi lagu ini juga dilakukan di sejumlah negara dunia yang melibatkan artis-artis top dunia di Eropa dan Amerika.
Dalam situsnya, Libforall diketuai oleh C. Holland Taylor, dan Board of Directors-nya antara lain Abdurrahman Wahid, Ahmad Dhani, dan F. Borden Hanes, Jr. Beberapa orang Indonesia diankat menjadi penasehat Libforall yakni Mustofa Bisri, Amin Abdullah (Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Azyumardi Azra, Abdul Munir Mulkhan, Nasr Hamid Abu Zayd, dan Frans Magnis Suseno.
Mau lebih banyak agenda kaum liberalis untuk menyebarkan pahamnya ke tengah umat Islam Indonesia? Silakan klik www. Libforall. Com.(Rz)
Temuan Baru, Rp 2, 1 Miliar Dana DKP Mengalir ke DPR
Rabu, 20 Jun 07 14:12 WIB
Badan Kehormatan (BK) DPR-RI menerima informasi baru tentang penyaluran dana Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) ke anggota DPR-RI dari Departemen di masa Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi. Laporan terbaru itu menyebutkan, jumlah dana yang dialirkan DKP di masa Freddy senilai Rp 2, 1 miliar.
''Tadi anda informasi dan perlu ditindaklanjuti lagi soal penyaluran dana ke DPR dari DKP di masa Pak Freddy. Kemarin, aliran yang dilaporkan di masa Pak Freddy sebesar Rp 780 juta. Dengan informasi ini, maka total nilainya menjadi Rp 2, 1 miliar, '' ujar Wakil Ketua BK DPR-RI Gayus Lumbun di Senayan, Jakarta, Rabu.
Dijelaskannya, penyaluran dana yang terakhir ini terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Tujuannya adalah sama, yaitu ke anggota DPR-RI. Jadi, kemungkinan besar terjadi penambahan anggota dewan yang akan diperiksa oleh BK DPR-RI.
Hanya saja, katanya, ada penerima dana itu yang merupakan mantan pimpinan lembaga DPR-MPR. Bila memang sudah tidak aktif lagi menjadi anggota DPR, lanjutnya, maka BK DPR-RI tak bisa menjangkaunya. ''Kalau mereka masih aktif di DPR-RI, baru BK punya kewenangan, " ucapnya.
Untuk pelapor penyaluran dana DKP yang terbaru ini, Gayus, yang juga fungsionaris PDIP enggan memberikan identitasnya. Menurutnya, pelapor adalah perseorangan yang kemungkinan nantinya akan berkembang menjadi sebuah koalisi. ''Mereka akan melengkapi laporannya dengan data-data dalam dua hari ini, " ucap Gayus.
Sebelumnya, Gayus juga menerima laporan dari Kuasa Hukum Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri yang kini menjadi terdakwa dugaan korupsi pengumpulan dana nonbujeter di DKP. Assegaf melaporkan bahwa ada 30 aliran dana ke Komisi IV DPR-RI sekitar 4-5 bulan yang lalu. Aliran dana ini berasal dari DKP.
Tim Pemeriksa Aliran Dana DKP di BK ini menyatakan, sebelumnya Assegaf melaporkan adanya 30 orang anggota dewan yang menerima dana dari masa Freddy dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 780 juta. Namun, kemudian, informasi itu diralat bahwa ada 30 kali aliran dana DKP. Jadi, kemungkinannya, penerima 30 aliran dana itu lebih dari 30 orang. Karena satu aliran dana itu yang menerima bisa dua atau tiga orang.
Terkait dengan pemeriksaan yang dilakukan, BK DPR-RI sudah mengantongi surat izin untuk menghadirkan Rokhmin Dahuri dan Mantan Sekjen DKP Andin H Taryoto di Gedung DPR-RI.
Surat izin itu didapatkan dari hasil penetapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor yang menangani kedua terdakwa. Surat lainnya juga didapatkan dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan juga surat dari Rutan Mabes Polri (tempat penahanan Rokhmin, red) dan Rutan Polda Metro Jaya (tempat penahanan Andin).
''Surat-surat itu sudah keluar. Untuk kedua orang terdakwa itu juga sudah clear. Semuanya yang mengurusi adalah Kuasa Hukum Rokhmin. Surat-surat itu sebagai jawaban dari surat permohonan BK DPR-RI untuk memeriksa mereka, '' sambung Gayus.
Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan BK, pemeriksaan terhadap Rokhmin dilakukan pada Kamis, 21 Juni 2007 pukul 14. 00 WIB, bersamaan dengan Andin dan juga Mantan Kepala Biro Umum DKP Didi Sadeli.
Pemeriksaan itu berkisar tentang kesaksian mereka di persidangan Pengadilan Tipikor soal dana-dana yang dikeluarkan dan kepada siapa saja dana itu diberikan. ''Pemberian dana itu ada yang langsung diberikan oleh Rokhmin sendiri, ada yang melalui biro keuangannya, '' ujar anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi PDIP ini.
Bila ada temuan-temuan baru dalam pemeriksaan Rokhmin itu, BK akan menindaklanjutinya. Selain itu, pemeriksaan terhadap Freddy Numberi juga akan dijadwalkan BK DPR-RI usai pemeriksaan terhadap Rokhmin. (dina)
Pimpinan Umum Al-Ikhwan: AS dan Israel Penyebab Pertikaian di Palestina
Muhammad Mahdi Akef, Pemimpin Umum Al-Ikhwan Al-Muslimun mengungkapkan pandangan presiden Palestina Mahmud Abbas terhadap kabinet Hamas. Menurutnya, berdasarkan kesaksian Presiden Palestina sendiri, kabinet Hamas itu lebih baik dari kabinet yang pernah ada di Palestina.Pernyataan Abbas itu, tambah Mahdi Akef disampaikan saat keduanya melakukan komunikasi lewat telepon untuk mengkaji sejumlah peristiwa yang terjadi di Palestina beberapa waktu lalu. Ungkapan Akef yang diberitakan oleh siaran televisi Al-Aqsha itu, juga ditambahkan dengan seruan Akef kepada semua pihak untuk peduli dengan apa yang terjadi di Palestina. "Jangan lupa bahwa orientasi perjuangan Palestina adalah pembebasan Palestina dari kekejian Zionis Israel, " tandasnya.
Ia juga mengatakan, "Hamas mengetahui bahwa perpecahan yang berkobar saat ini adalah lantaran sokongan AS dan Zionis Israel dibantu sejumlah agen Israel di Palestina. Karenanya, saya menyerukan agar semua pihak yang peduli dengan perjuangan Palestina memotong semua jalur keburukan mereka, dengan melakukan kerjasama pada tokoh-tokoh pejuang yang bersih dari seluruh elemen Palestina. "
Dalam kesempatan itu Akef menyebutkan sikap yang diambil Al-Ikhwan Al-Muslimun adalah tetap mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. "Rakyat Palestina adalah tembok yang menjadi benteng untuk melawan pihak yang menentangnya dalam tahun-tahun yang panjang dan hingga kini masih terus berlangsung, " ujarnya. Ia juga meminta dukungan kepada rakyat Palestina agar bisa melewati fase yagn sangat sulit akhir akhir ini. (na-str/ikhol)
Thursday, June 14, 2007
Perkiraan Jumlah Arsenal Nuklir Israel
Kamis, 14 Jun 07 12:54 WIB
Sampai sekarang, Zionis-Israel menganut sikap resmi tidak mengatakan apa-apa soal kepemilikan senjata nuklirnya. Tidak mengiyakan dan tidak pula menolaknya.Walau beberapa petinggi negeri Zionis tersebut, antara lain Perdana Menteri Ehud Olmert sendiri, pernah keseleo lidah mengatakan bahwa Israel merupakan salah satu negara nuklir dunia, namun sikap resmi negeri ini tidak berubah.
Kepemilikan senjata berhulu ledak nuklir oleh Israel sebenarnya bukan rahasia umum lagi. Hanya saja, berapa jumlah senjata berhulu ledak nuklir yang dimilikinya masih menjadi perdebatan serius di sejumlah pengamat militer dunia. Kesaksian Mordechai Vanunu, mantan staf teknisi reaktor nuklir Dimona-Israel di tahun 1980-an, menjadi petunjuk yang sangat berharga. Namun hal ini pun belum mampu untuk menyibak data yang sangat akurat untuk mengetahui jumlah persis berapa hulu ledak nuklir yang dimiliki Israel. Hal ini menjadi satu perhatian utama kalangan militer dunia untuk menyelidikinya.
Salah satu peneliti kemiliteran yang tertarik untuk menelusuri kepemilikan senjata nuklir oleh Israel adalah Kolonel Warner D. “Rocky” Farr, seorang perwira Angkatan Udara AS (United State Air Force, USAF).
Kolonel “Rocky” mengawali karir dari Kesatuan Kesehatan Penerbangan. Lulus dari Air War College di Maxwell Air Force Base, Alabama, perwira ini dipercaya menjabat Komandan Seksi Bedah di US Army Special Operations Command di Fort Bragg, Carolina Utara. Selain itu, Kolonel Warner D. Farr yang sering dipanggil Rocky ini juga bertugas di beberapa pos komando. Setelah betugas selama 33 tahun, Rocky menyabet gelar Associate of Arts dari State University of New York, kemudian Bachelor of Science dari Northeast Louisiana University, dan Doctor of Medicine dari The Uniformed Services University of the Health Sciences. Belum cukup dengan sederet gelar, dia juga mendapat Masters of Public Health dari University of Texas.
Selain cakap di bidang kesehatan, Rocky juga meraih sertifikat solo qualified pesawat TH-55A Army helicopter, mendapat pelatihan penerbangan pesawat T-37 dan T-38 yang menjadi bagian dari USAF School of Aerospace Medicine. Selain di bidang medis, Kolonel Farr juga aktif mengkaji perkembangan senjata nuklir dunia. Dalam The Counterproliferation Papers, Future Warfare No. 2 yang dirilis USAF Counterproliferation Center, September 1999, Kolonel Farr berhasil mendapatkan data-data yang cukup mencengangkan soal kepemilikan arsenal nuklir Israel. Sesuatu yang ditutup-tutupi oleh Israel, dan bahkan di Amerika sendiri hal ini menjadi salah satu topik perbincangan yang dirasakan tabu.
Inilah data dari Kolonel Farr tersebut yang dikutip dari berbagai referensi ilmiah yang beredar di Amerika:
- 1967: 15 bom
- 1969: Menambah 5-6 bom, masing-masing menghasilkan kekuatan 19 kiloton
- 1973: 13 bom dan 20 misil berkepala nuklir
- 1974: 108 hulu ledak nuklir
- 1976: 10-20 bom nuklir aktif
- 1980: 200 bom
- 1984: 12-31 bom atom, 31 bom plutonium, dan 10 bom uranium
- 1985: Mendekati 100 bom nuklir
- 1986: 100-200 fusi bom
- 1991: 200-300 kepala nuklir aktif
- 1992: Lebih dari 200 kepala nuklir aktif
- 1994: 64-112 bom yang masing-masing bom memiliki 5 kilogram hulu ledak nuklir, serta 50 rudal nuklir tipe Jericho, dengan total di atas 200 buah
- 1995: 66-116 bom yang masing-masing bom memiliki 5 kilogram hulu ledak nuklir, serta 70-80 senjata pemusnah massal lainnya seperti bom neutron, ranjau nuklir, dan sebagainya.
- 1996: 60-80 bom plutonium, diperkirakan lebih dari 100 yang sedang dirakit dengan berbagai variasi, 200-300 bom berkepala nuklir, 50-90 bom plutonium, 50-100 misil Jericho I dan 30-50 Misil Jericho II.
-1997: Lebih dari 400 termonuklir yang tersebar dan bom berhulu ledak nuklir.
(Rizki Ridyasmara)
Monday, June 11, 2007
DKT 2 AJ,
Oleh: Dhimam Abror Djuraid
Sunday, 10 June 2007
Minggu lalu Pak Harto berulang tahun ke-86. Sungguh si grand-mbah ini beruntung bisa berumur panjang jauh melampaui usia dan harapan hidup rata-rata manusia Indonesia.
Pak Harto menunjukkan bukti kongkret keberhasil rezim Orde Baru yang dibangunnya selama 32 tahun. Umur dan harapan hidup orang Indonesia meningkat sampai 60-an karena program kemakmuran ekonomi dan pelayanan kesehatan yang bagus oleh Orde Baru.
Tapi tentu tidak semuanya bisa menikmatinya. Mbah Harto bisa bertahan sampai 86 tahun karena dia memang penikmat utama keberhasilan pembangunan Orde Baru, yang memang terbukti hanya dinikmati oleh segelintir kroni saja.
Ucapan selamat panjang umur kepada si grand-mbah mestinya ditambahi pula dengan ucapan panjang umur dan panjang perkaranya, karena sampai sekarang kasus korupsi si mbah belum ketahuan ujung pangkalnya.
Ada yang bekata sinis, mengapa hari ulang tahun Bung Karno tidak ada yang mengingat. Tapi ulang tahun Pak Harto selalu diingat. Banyak pejabat aktif di pemerintahan dan militer yang terlihat sowan ke Cendana tempat grand-mbah menghabiskan hari-hari tuanya. Karangan bunga dan kado terlihat berdatangan.
Bagi sebagian orang, kasus korupsi Soeharto masih menjadi pertanyaan dan ganjalan.
Sampai sekarang tidak jelas kasus dugaan korupsi itu mau diapakan. Soal yayasan-yayasan si mbah--yang diduga mengumpulkan aset tidak sah sampai hampir Rp 12 triliun--sampai sekarang tidak tahu mau diapakan. Belum lagi kasus-kasus baru seperti BPPC dan lainnya.
Kasus korupsi Pak Harto ini menjadi beban politik bagi Presiden SBY. Di satu sisi dia getol memburu para koruptor. Tapi di sisi lain kasus Soeharto masih terus diulur-ulur.
Karena itu oleh pengritiknya SBY dianggap melakukan tebang pilih dalam memberantas korupsi. Mestinya, kata pengritik SBY, jangan tebang pilih, tapi pilih tebang; ditebang habis semuanya baru kemudian dipilih-pilih mana yang masih cukup baik dari yang tersisa.
Korupsi yang kecil-kecil diburu sampai habis. Tapi yang besar-besar di depan mata sampai sekarang belum tersentuh. Korupsi BLBI yang melibatkan konglomerat-konglomerat besar belum tuntas sampai sekarang. Tapi korupsi puluhan juta yang melibatkan kepala dinas atau pejabat di daerah diberantas dengan penuh semangat.
Ada yang mengeluh bahwa peruburan korupsi ini bisa membuat birokrasi di daerah lumpuh, dan akibatnya bisa memacetkan pembangunan. Dulu, orang berebutan menjadi pimpinan proyek.
Mereka tahu pasti minimal 30 sampai 50 persen dari anggaran proyek itu bisa dibuat bancakan.
Tapi sekarang, menjadi pemimpin proyek sama saja dengan menjejakkan satu kaki di penjara. Banyaknya pemimpin proyek yang digiring ke penjara--dan kemudian disusul oleh kepala daerahnya--membuat banyak yang ngeri.
Dulu lowongan menjadi pemimpin proyek menjadi rebutan. Sekarang, orang berebutan untuk menghindar menjadi pemimpin proyek. Dulu orang sinau supaya bisa menjawab dengan benar semua soal ujian saringan supaya lulus menjadi pemimpin proyek. Sekarang setiap ujian saringan untuk calon pemimpin proyek, orang sibuk sinau supaya tahu jawaban yang benar. Tujuannya bukan supaya lulus, tapi sebaliknyaSecara sengaja memilih jawaban yang salah supaya tidak lulus.
Dulu kepala daerah bisa memainkan anggaran dengan enak. Ada dana taktis yang tidak perlu dipertanggungjawabkan. Jumlahnya sangat besar dan sangat lebih dari cukup untuk dibagi-bagi dengan kroni. Anggaran itu juga jadi alat untuk tebar pesona mencari pujian dan dukungan.
Dulu, seorang kepala daerah bisa dengan setengah merem memberikan disposisi untuk berbagai proposal permintaan bantuan yang masuk. Sekarang, jangan tanya. Kepala daerah akan sangat berhati-hati memberi disposisi. Dia pasti meminta anak buahnya untuk mengkaji dengan lebih cermat dan dicarikan aturan hukum yang tepat supaya aman.
Akibatnya, para kroni yang selama ini bisa dengan mudah ikut menikmati duit rakyat, sekarang ikut-ikutan kering dan menjerit. Itulah terapi kejut yang oleh banyak kalangan dianggap positif. Tapi, ada juga yang melihat bahwa perburuan koruptor ini menjadi lahan baru bagi pemerasan. Sudah menjadi rahasia umum, mereka yang dibidik harus menyediakan cukup banyak ''uba rampe'' alias setoran kalau ingin urusannya tidak semakin runyam.
* * * *
Lepas dari penyelewengan-penyelewengan itu, perburuan korupsi ini telah mengubah budaya birokrasi menjadi lebih baik. Seorang kepala daerah tidak akan seenaknya memainkan anggaran untuk dibagi-bagi. Ada sebuah cerita mengenai seorang kepala daerah di Madura punya cara yang unik khas Madura untuk mengatasi banyaknya proposal bantuan yang masuk kepadanya. Suatu ketika, Pak Bupati didatangi temannya yang membawa proposal bantuan. Pak Bupati lalu membubuhkan disposisinya dan menulis ''DKT 2 AJ'', lalu meminta pembawa proposal menemui seorang kepala dinas.
Sang kepala dinas kebingungan membaca disposisi itu. Dikiranya Pak Bupati menulis kode panggilan radio Orari. Kepala dinas itu pun memberanikan diri menelepon Pak Bupati menanyakan arti disposisi itu.
Dengan santai Pak Bupati menjawab dengan logat Madura yang kental: DKT 2 AJ itu artinya ''Dikit-Dikit Aja''…..*
Ketidaklulusan Unas
Monday, 11 June 2007
DIPREDIKSIKAN ribuan siswa SMP dan SMA di Malang Raya tidak lulus Ujian Nasional (Unas) tahun ini. Hal ini sebagai dampak kebijakan Depdiknas pada terkait meningkatnya passing grade (angka standar kelulusan menjadi 5.00). Tahun lalu, standar kelulusan ditetapkan 4,50.Angka itu saja sudah menyebabkan banyak siswa SMP dan SMA tidak lulus unas meski jumlahnya tidak se-fantastis pada 2005 lalu. Berdasarkan hasil pengumuman unas 2006, sebanyak 1.194 siswa SMP/sederajat dan 1.042 siswa SMA/sederajat tidak lulus.
Diperkirakan, ketidaklulusan tahun ini tidak akan jauh berbeda dari tahun lalu. Bagaimana dengan nasib siswa yang tidak lulus? Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dr H Shofwan SH MSi, bagi siswa yang tidak lulus dapat mengikuti unas pendidikan kesetaraan (UNPK).
UNPK paket C setara untuk SMA sederajat digelar 19-21 Juni untuk jurusan IPS dan 19-22 Juni jurusan IPA. Sedangkan UNPK paket B atau setara SMP dan paket A setara SMP digelar 26-28 Juni 2007. Semua siswa SMP dan SMA yang tidak lulus unas formal dapat mendaftarkan diri ikut UNPK dengan mencantumkan nomor unas pendidikan formal kepada Subdin PLS kota Malang.
Jadwal ini memang sangat mepet dengan pengumuman kelulusan. Karena ini dilandasi ketidaklulusan tahun ini dimungkinkan sangat memprihatinkan semua pihak. Hal ini juga mempertegas bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan nasional, terutama tingkat pendidikan dasar dan menengah, pemerintah masih mengaksentuasikan pada aspek pemerataan daripada pencapaian kualitas.
Sejak mulai diberlakukan Ebtanas sampai unas, tidak sedikit pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka secara kritis menyoal hakikat fungsi dan danpak unas an sich. Unas yang dimaksudkan mengukur standar kualitas pendidikan secara nasional dalam pencapaian daya serap kurikulum.
Nilai unas yang berfungsi sebagai alat seleksi PMB (penerimaan murid baru) bagi lulusan SD dan SMP, sementara bagi lulusan SMA, nilai ini hanya sebagai bahan `pertimbangan` masuk PTN. Dengan unas, secara tidak disadari menciptakan dualisme kelompok mata pelajaran di sekolah yang berdampak terhadap disparitas perhatian cukup tajam terutama dari siswa atau orang tua/wali, sekolah maupun masyarakat.
Karenanya, bila niat baik pemerintah untuk menyelenggarakan UNPK benar dilaksanakan maka sesungguhnya justru kian menambah panjangnya daftar pertanyaan yang terkait unas. Pasalnya adalah suatu hal yang ironis manakala setiap ujian siswa dipaksakan lulus, walau budaya lulus 100 persen dengan berbagai cara selama ini bukan rahasia umum lagi bagi setiap sekolah.
Pertanyaan berikutnya, mengapa bila menghendaki siswa harus lulus, pola pengadaan ujian via unas, yang notabene menyerap tenaga dan biaya yang cukup besar, tetap dipertahankan? Tidakkah cukup dengan mengefektifkan ujian yang diselenggarakan sekolah atau gugus sekolah dengan koordinator sub rayon/rayon dengan menyempurnaan mekanisme pelaksanaanya sehingga lebih berkualitas sebagai alat uji yang valid, reliabel maupun objektif?
Pada umumnya orangtua/wali, siswa dan para pemerhati pendidikan berharap mereka yang tidak lulus unas sepakat bahkan mengharapkan agar UNPK diadakan dengan pertimbangan. Pertama, peserta unas tahun ini harus lulus karena pertimbangan waktu dan biaya sekolah. Kedua, UNPK tidak memberatkan orangtua/wali siswa.
Sebagaimana dimaklumi bahwa penentuan biaya ujian akhir nasional merupakan wewenang Kepala Dinas P dan K Provinsi Jawa Timur dengan persetujuan Gubernur yang jumlahnya telah ditentukan.Tetapi hampir tidak ada satu sekolah (swasta) pun yang mematuhi aturan tersebut. Artinya dari jumlah yang ditetapkan biasanya mengalami kenaikan (dinaikkan) sampai beberapa kali lipat. Oleh karena itu jika unas ulangan diadakan dengan motif membantu kelulusan siswa harapan orangtua/wali siswa agar biayanya tidak memberatkan. Ketiga, kecuali untuk membantu siswa yang tidak lulus barangkali UNPK dapat dimanfaatkan pula oleh para siswa untuk memperbaiki Nilai Ujian Nasional (NUN) bagi siswa SMP dan SMA.
*Oleh: KaryotoDosen PABTI FMIPA Universitas Negeri Malang
dan STIE-STIMIK Asia Malang
Hentikan Eksploitasi Negara Berkembang oleh Negara Industri Maju
Senin, 11 Juni 2007 22:05:00
Jakarta-RoL--
Koalisi Anti-Utang (KAU) menilai, KTT G-8 tidak membawa manfaat bagi negara berkembang karena tidak menghentikan program eksploitasi melalui intervensi ekonomi dan politik yang dilakukan oleh sejumlah negara industri maju.
Berdasarkan siaran pers KAU yang diterima Antara di Jakarta, Senin, disebutkan bahwa KTT G-8 di Heiligendamm, Jerman, 6-8 Juni 2007, tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami negara berkembang karena KTT tersebut lebih berpusat pada agenda ekonomi neoliberalisme.
G-8 adalah singkatan dari Group of Eight atau Kelompok Delapan yang merupakan koalisi delapan negara termaju di dunia yaitu Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Rusia.
Menurut rilis tersebut, dominasi ekonomi dan politik negara G-8 merupakan ancaman yang serius karena kelompok negara tersebut berjumlah hanya 14 persen dari total populasi dunia, tetapi menguasai 63 persen atau sekitar dua per tiga Produk Domestik Bruto dunia yang setara dengan 28 triliun dolar.
Negara-negara G-8 juga menguasai 48 persen dari jumlah kekuatan dalam voting atau pengambilan suara di Dana Moneter Internasional (IMF). Keadaan yang serupa juga terjadi dalam lembaga Bank Dunia dan berbagai perjanjian perdagangan di forum Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). KAU mengingatkan, hasil KTT G-8 di Gleneagles, Skotlandia, pada tahun 2005, yang menyepakati penghapusan utang sebesar 55 juta dolar bagi negara-negara miskin yang terjebak utang. Namun, hingga kini sebagian besar utang tersebut belum juga dihapuskan.
KAU juga menilai, utang luar negeri dan investasi asing kerap menjadi "alat" yang ampuh untuk menancapkan dominasi neoliberalisme di berbagai negara berkembang termasuk Indonesia. Motivasi kelompok G-8 dalam mendorong kebijakan investasi yang terbuka akan melancarkan kontrol modal dan monopoli terhadap beragam sektor yang strategis di bidang perdagangan, jasa, dan keuangan.
Oleh karena itu, KAU mendesak pemerintah negara-negara G-8 menghentikan praktek intervensi ekonomi dan politik melalui lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia dan IMF, serta membangun kerja sama ekonomi baru yang berlandaskan keadilan, kesetaraan, dan menghormati prinsip keberlanjutan.
Selain itu, KAU juga menginginkan penghapusan utang luar negeri negara berkembang hingga 100 persen atau seluruhnya tanpa disertai persyaratan apapun. Sedangkan pemerintah negara berkembang juga harus mau menentang segala bentuk perjanjian yang merugikan dan tidak menghormati kedaulatan sebuah bangsa.
(antara/purpur)
Mantan Ketua Parlemen Israel, "Perilaku Israel Mirip Perilaku Nazi"
Sabtu, 9 Jun 07 16:44 WIB
Eramuslim.com - Bagi Avraham Burg, Israel tidak ubahnya sebagai "perkampungan kaum Zionis yan mengidap paranoid bahwa eksistensinya akan terancam. Sikap paranoid itu, menurut Burg ditunjukkan dengan pembangunan tembok pemisah dan penggunaan kekuatan militer sebagai satu-satunya bahasa untuk menyelesaikan krisis. Sepak terjang Israel itu, tambah Burg, mirip dengan sepak terjang Nazi Jerman.
Avraham Burg adalah seorang mantan anggota parlemen Israel (Kneseet). Dalam wawancara dengan majalah mingguan Haaretz edisi Jumat (8/6), Burg membeberkan betapa buruknya kondisi Israel saat ini. Rakyat Israel, kata Burg dalam wawancara itu, kini sedang merasa sangat dipermalukan, mereka merasa seluruh dunia menolak mereka, kekalahan perang yang tak terjelaskan, dan pemusatan militerisme sebagai identitas Israel. Selain itu, Israel kini menjadi tempat tentara-tentara yang disersi, banyak warga bersenjata di jalan-jalan. Untuk apa semua itu, selain menunjukkan pada publik bahwa mereka menghendaki "orang Arab keluar."
Burg menjadi kepala Knesset pada tahun 1999-2003, dan baru saja menulis sebuah buku berisi kritikan terhadap perilaku Zionis. Dalam buku berjudul "Defeating Hitler" Burg menyebut Israel sebagai "perkampungan kaum Zionis, tempat para imperialis yang hanya percaya pada dirinya sendiri. " Burg menolak sebutan Israel sebagai negara bangsa Yahudi. Israel yang sekarang, kata Burg, hanya berisi tubuh-tubuh manusia tanpa jiwa.
"Secara spiritual, mereka sudah mati. Mereka hanya punya tubuh Israel. Jika mereka terus seperti ini, mereka tidak akan bertahan lama. Saya melihat masyarakat saya dan tempat saya dibesarkan serta rumah saya sudah hancur, " kata Burg pesimis dengan masa depan Israel.
"Israel sekarang adalah sebuah masyarakat yang menakutkan. Israel adalah negara trauma dalam segala dimensi, " sambungnya.
Burg mencontohkan pembangunan tembok pemisah di Tepi Barat yang menurutnya menunjukkan betapa ketakutannya Israel. Ia juga mengatakan bahwa Israel tidak bisa menjadikan Holocaust sebagai alasan untuk menggunakan kekuatan militer sebagai satu-satunya jawaban atas tantangan yang dihadapinya. Burg mengecam kebijakan Israel yang menargetkan pembunuhan terhadap para aktivis dan pejuang Palestina.
"Kita sudah menerjang banyak garis merah dalam beberapa tahun belakangan ini. Entah garis merah apa lagi yang akan kita langgar besok. Lihatlah bagaimana hubungan antar individu, dengarlah perbincangan mereka, lihatlah grafik kekerasan di jalan-jalan, lihatlah wajah Israel sekarang di cermin, " kata Burg dengan nada menyindir. (ln/iol)
Aktivis Israel Dukung Pembebasan Palestina
Rabu, 06/06/2007
Ratusan aktivis Israel yang tergabung dalam Peace Now menggelar aksi unjuk rasa menentang pendudukan Palestina oleh Tel Aviv. Aksi unjuk rasa yang dipusatkan di Hebron itu bertepatan dengan peringatan 40 Tahun Pendudukan Israel di Palestina.
TEL AVIV(SINDO) –Dengan membawa beragam poster antipendudukan Palestina, para demonstran juga meneriakkan yelyel mengutuk pemerintah Israel yang hingga kini menolak kemerdekaan Palestina. ”40 tahun sudah cukup. Hentikan pembangunan. Dua negara untuk dua rakyat,” tegas Ketua Peace Now Yariv Oppenheimer disambut teriakan sekitar 250 pendukungnya.
Menurut Oppenheimer, rakyat Palestina berhak atas tanah leluhur mereka. Karenanya, Israel tak boleh terlalu lama menduduki tanah Palestina. Dia bahkan membenarkan sikap kukuh pejuang Palestina dalam merebut kembali tanah yang dikuasai Zionis. ”Israel telah gagal memanfaatkan waktu 40 tahun untuk berdamai dengan Palestina dan dunia Arab. Kami datang kemari untuk menentang pendudukan Palestina oleh Israel,”imbuh Oppenheimer.
Hal senada disampaikan tokoh Peace Now, Noemi Rinat. Aktivis berusia 60 tahun itu yakin Israel tidak pernah aman jika menolak mengembalikan tanah Palestina kepada pemiliknya. Dia juga mengklaim, meski dilihat dari sudut pandang sejarah bahwa Israel mempunyai kedekatan emosi dengan sejumlah wilayah Palestina, hal itu tidak membuat Israel boleh menguasainya.
”Warga Yahudi memang mempunyai keterkaitan dengan Hebron sejak 1.000 tahun lalu.Tapi hal itu tidak lantas membuat kita merasa punya hak untuk menguasai wilayah itu. Pendudukan Israel harus dihentikan,”tandas Rinat.
Hebron merupakan salah satu wilayah Palestina yang direbut Israel melalui perang enam hari pada 1967 silam.Wilayah ini adalah titik pertemuan antara wilayah Palestina dan Israel. Sampai kini ratusan kelompok garis keras tinggal di daerah ini. Sementara itu, puluhan warga Hebron menggelar demo tandingan menentang aksi massa Peace Now.
Para demonstran mengklaim Hebron adalah tanah mereka sehingga tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk rakyat Palestina. Mereka menuduh Peace Now sebagai pengkhianat yang bekerja sama dengan Arab. ”Ini tanah kami. Peace Now adalah antek Arab,” teriak pengunjuk rasa.
Aksi unjuk rasa juga digelar oleh ribuan warga Palestina di sejumlah wilayah di Jalur Gaza.Para demonstran melakukan long march dari Ramallah ke Nablus. Seperti halnya demo di Israel,aksi massa di Palestina juga diramaikan dengan ratusan poster dan yelyel antipendudukan Israel. ”Kami ingin hidup bebas tanpa ada pos pemeriksaan,”teriak Farha Ezzat, seorang demonstran.
Menurut data sebuah lembaga independen di Israel, sedikitnya 260 ribu warga Israel tinggal di sekitar kawasan Tepi barat, 200 ribu lainnya menetap di Yerusalem dan 15 ribu jiwa berada di Dataran Tinggi Golan. Wilayah-wilayah tersebut merupakan tanah Palestina yang diserobot tentara Israel melalui perang enam hari pada 5–11 Juni 1967. (AFP/Rtr/imam gem)
Tuesday, June 5, 2007
MENAKAR ARAH REFORMASI DAN GERAKAN MAHASISWA
Oleh : Agung Wisnuwardana (Penggagas Gema Pembebasan)
Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie. Kondisi ini dilatarbelakangi krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidakpuasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu. Akhirnya hal ini menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian menyusul kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir di seluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Sembilan tahun sudah umur reformasi, tetapi rasanya tidak ada perubahan signifikan di negeri ini. Kesempatan untuk mencari pekerjaan semakin sulit, angka kemiskinan semakin meningkat, biaya pendidikan semakin mahal, penjajahan asing semakin mencengkeram, budaya KKN sebagai rahasia umum yang semakin “enak” untuk ditonton, dekonstruksi moral bangsa semakin mendapatkan legitimasi dan masih banyak racun-racun sosial lainnya yang semakin meluas. Tepat rasanya ungkapan beberapa kalangan bahwa ”reformasi telah mati”. Reformasi tinggal slogan tanpa kekuatan.
Akar Kegagalan Reformasi
Kegagalan reformasi sepantasnya mendapat perhatian serius dan analisis yang mendalam. Ada tiga hal pokok penyebab gagalnya reformasi.
Pertama, kurangtepatnya perumusan akar masalah dan solusi krisis bangsa. Para aktivis gerakan perubahan, termasuk gerakan mahasiswa sebagai garda terdepan, menilai akar masalah dari segala krisis bangsa adalah bobroknya perangkat penunjang sistem, antara lain penegakan hukum yang lemah, budaya KKN dan lemahnya demokratisasi. Dari sini, dimunculkan solusi dengan enam visi reformasi dalam menuntaskan tiga masalah tadi. Jika ditelusuri lebih mendalam, ketiga hal tadi bukanlah akar masalah. Krisis 1997 di Indonesia dipicu oleh adanya gerakan boyong dolar ke luar negeri yang akhirnya menyebabkan kegoncangan luar biasa pada makro ekonomi Indonesia. Sedangkan rupiah berposisi sebagai mata uang yang lemah dan tidak memiliki nilai intrinsik, sehingga sangat mudah terguncang oleh faktor ekonomi maupun politik. Disamping itu, sektor non-riil (finansial) di Indonesia lebih dominan dibandingkan sektor riil, padahal yang dapat mensejahterakan rakyat adalah sektor riil. Pemerintah lalu menyelesaikan krisis ini dengan utang luar negeri dan privatisasi aset-aset publik yang memunculkan krisis berulang. Walaupun saat ini makro ekonomi kita dinilai membaik, fakta sebenarnya hanyalah perbaikan semu. Hal ini terjadi karena derasnya hot money yang masuk dalam pasar uang (sektor non-riil) yang hanya menunjukkan pertumbuhan sesaat, namun sewaktu-waktu dapat memunculkan krisis serupa tahun 1997. Persoalan ini adalah ciri khas diterapkannya sistem politik ekonomi neo-liberalis. Neo-liberalis sebagai sistem politik ekonomi yang mendominasi dunia saat ini, telah diintervensikan oleh negara Barat Kapitalis ke berbagai negara dunia ketiga termasuk Indonesia dengan slogan ”indah” globalisasi. Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa akar masalah krisis di Indonesia adalah penerapan sistem ekonomi politik yang salah, yang telah menghancurkan ”negeri kaya” ini. Sistem ekonomi politik ini sangat terkait erat dengan penerapan sistem ideologi negara neo-liberalis kapitalis yang diterapkan oleh negara ini. Konklusinya, solusi yang tepat adalah tidak sekedar menata ulang sistem (reformasi), tetapi kita harus jujur, ikhlas dan berani untuk mengubah total sistem kenegaraan di negeri ini dan menggantinya dengan sistem yang baru.
Kedua, lemahnya kesadaran berpikir politis mahasiswa. Sejak 1998 sampai sekarang, aksi-aksi mahasiswa cenderung hanya mengikuti tren. Berbagai aksi muncul sekedar respon yang spontanitas (reaksioner) tentang berbagai isu yang sedang populer di masyarakat. Saat isu tidak lagi banyak diperbincangkan masyarakat –karena termakan waktu walaupun belum selesai masalahnya-, maka pudar pulalah suara lantang mahasiswa. Wajarlah kemudian kalau gerakan mahasiswa ini sering dimanfaatkan sebagai alat permainan isu dan manajemen konflik oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Hal ini terjadi karena lemahnya budaya berpikir politis mahasiswa dalam menganalisis berbagai masalah dan solusi sehingga gerakan mahasiswa lebih terkesan reaksioner dibandingkan gerakan yang intelek, analitis dan politis. Ditambah lagi media massa lebih cenderung mempublikasikan aksi-aksi mahasiwa yang anarkis sehingga memunculkan citra buruk gerakan mahasiswa.
Ketiga, ikatan dan sinergi antar organ gerakan perubahan yang lemah dan hanya bersifat kepentingan sesaat dan emosional. Menjadi rahasia umum, sehari pasca runtuhnya Soeharto, gerakan mahasiswa mengalami pecah. Perpecahan ini dipicu oleh perbedaan kepentingan dan kemanfaatan jangka pendek, terutama terkait dengan tokoh yang akan didukung dalam memimpin masa transisi menuju arah reformasi yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena ketidaksamaan pola pikir dan visi perjuangan. Oleh karena itu, model gerakan yang akan melakukan perubahan sistem, bukan sekedar gerakan kepentingan politik jangka pendek, tetapi dibutuhkan gerakan yang memiliki kesamaan pemikiran dan visi perjuangan tentang arah perubahan. Tanpa hal ini, solusi yang diberikan hanyalah temporer dan kekuatan gerakan menjadi lemah dan hanya berumur singkat. Untuk itu, diperlukan upaya terus-menerus dan intensif dalam menyatukan pemikiran dan visi perjuangan mahasiswa sehingga terwujud kesatuan kesadaran dan opini umum.
Reorientasi Arah Perjuangan
Pasca runtuhnya sosialisme dunia, Barat sebagai representatif liberalisme dunia berposisi sebagai penguasa dunia dan menempatkan Islam sebagai lawannya. Hal ini setidaknya dapat dimengerti dari ungkapan Samuel P. Huntington dalam bukunya Who Are We? (2004) bahwa Islam militan telah menggantikan posisi Uni Soviet sebagai musuh utama AS. Dalam buku yang lain yaitu The Clash of Civilization (1996), Huntington menulis, “Bagi Barat, yang menjadi musuh utama bukanlah fundamentalisme Islam, tapi Islam itu sendiri”. Analisis ini diperkuat oleh Willi Claes, mantan Sekjen NATO dengan pernyataannya, “Muslim fundamentalis setidak-tidaknya sama bahayanya dengan Komunisme pada masa lalu. Harap jangan menganggap enteng risiko ini.... Itu adalah ancaman yang serius karena memunculkan terorisme, fanatisme agama, serta eksploitasi terhadap keadilan sosial dan ekonomi".
Penulis telah menganalisis bahwa akar masalah berbagai krisis bangsa ini adalah penerapan sistem kenegaraan yang neo-liberalis kapitalis dan diperlukan adanya perubahan sistem yang lebih solutif dan alternatif. Jika kita kaitkan dengan berbagai analisis tokoh-tokoh Barat di atas, sepantasnya kita tidak malu dan tabu untuk bicara tentang Islam sebagai solusi alternatif pengganti sistem neo-liberalis kapitalis penyebab krisis bangsa. Perlu ada kerelaan hati tanpa ego untuk mencoba mempelajari Islam sebagai sebuah ideologi dengan sistem kehidupannya yang sempurna, bukan sekedar agama yang mengajarkan nilai-nilai ritual dan kebaikan. Islam pun harus ditempatkan tidak sekedar pada ranah privat tetapi juga publik. Semaraknya penerapan sistem ekonomi syariah (walaupun belum seluruhnya syar’i) saat ini, sepantasnya menjadi salah satu bukti bahwa Islam memiliki konsep ekonomi. Demikian juga Islam memiliki konsep pemerintahan, politik, sosial, pendidikan, peradilan dan aspek kehidupan manusia lainnya dalam berbangsa dan bermasyarakat.
Oleh karena itu, arah perubahan sosial yang seharusnya diperjuangkan pun tidak perlu malu untuk menggaungkan penerapan syariat Islam secara sempurna dengan tegaknya institusi kenegaraan yang memayunginya. Semangat dan visi perjuangan inilah yang seharusnya menjadi ciri khas gerakan mahasiswa sebagai garda terdepan perubahan. Langkah praktis yang penulis tawarkan adalah pertama, secepatnya untuk mempelajari Islam dalam kerangka ideologi sebagai solusi krisis bangsa; kedua, melakukan serangkaian diskusi tertutup maupun publik dengan berbagai kalangan sebagai cikal bakal jaringan; ketiga, pembangunan jaringan aksi yang solid-sinergis dengan pemikiran dan visi perjuangan berdasarkan ideologi Islam menuju perubahan yang sistemik dan revolusioner. Semoga terwujud di tahun 2009, Insya Allah.
Monday, June 4, 2007
Demo Tolak JK Ricuh , 16 Mahasiswa Terluka
Saturday, 02 June 2007
Malang - Surya
Kedatangan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK) di Universitas Brawijaya (Unibraw), Sabtu (2/6) disambut aksi demo. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Eksekutif Mahasiswa (EM) Unibraw dan BEM Politeknik Negeri Malang menolak kedatangan JK yang diundang membuka Semiloka Nasional tentang Entrepreneurial University. Karena tidak bisa mendekat, massa hanya memusat di bundaran Veteran depan pintu gerbang kampus Unibraw.
Aksi sempat diwarnai kericuhan ketika sekitar pukul 09.30 WIB, ada seseorang dari kerumunan mahasiswa melemparkan tomat ke arah aparat kepolisian yang berjaga di depan pintu gerbang. Tindakan ini memancing amarah aparat. Apalagi seorang pengunjuk rasa lain kemudian mengambil ban untuk aksi teatrikal.
Akibatnya, terjadi ketegangan hingga seorang mahasiswa diamankan. Kericuhan berlanjut hingga sekitar 10.30 WIB. Situasi memanas, terjadi aksi saling dorong antara pendemo dengan aparat hingga sejumlah mahasiswa kembali diciduk.
Menurut Umar Ali, koordinator aksi dari KAMMI, sedikitnya ada 16 rekannya mengalami pemukulan dan ditangkap polisi. "Dua teman kami sempat ditahan hingga sekitar pukul 16.00 WIB," ungkapnya.
Beberapa mahasiswa yang mengalami pemukulan di antaranya bernama, Agus Suwanto, Rani, Ridho, Catur Agung (mengalami luka serius di wajah dan badan, sempat dirawat di IRD RSI Unisma), Ronni Utomo, Amrullah, Hikmah Nur, Yuli Darwmawan dan Nana Abdul Aziz. Sedangkan mahasiswa yang mengalami pemukulan dan sempat ditahan adalah, Vio Yuswandono, Agus Suhada, Erik Kurniawan, Hasan, Darma Setiawan Putra, Awan, Prames.
Namun, penahanan ini disanggah pihak kepolisian. Kasubnit Samapta Polresta Malang, Iptu Susanto, mengatakan, para mahasiswa itu hanya diamankan sementara. "Mereka sengaja kami amankan, karena memprovokasi teman-temannya maupun berusaha sendiri masuk wilayah yang ditetapkan sebagai ring I RI 2," jelas Susanto.
Wapres Jusuf Kalla yang kemarin di Malang juga mengunjungi Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menerima kado rapor kinerja SBY-JK dari mahasiswa."Rapor ini sebagai penilaian pemerintahan SBY-JK selama dua tahun ini.
Alhamdulillah, nilainya merah semua," ujar seorang mahasiswa disambut tepuk tangan hadirin. Selain rapor merah, mahasiswa juga menyerahkan kitab suci Al Quran agar menjadi pedoman bagi para pemimpin negara ini. rie/st25
Kronologis Kericuhan
--------------------------------------------------
08.00 WIB - Mahasiswa memulai aksinya
09.30 WIB - Massa ricuh akibat saling dorong antara mahasiswa dan aparat
09.38 WIB - Suasana semakin tegang, dua mahasiswa diamankan
09.55 WIB - Massa kembali bentrok dengan aparat
10.10 WIB - Mahasiswa memutuskan aksi dengan teatrikal
10.35 WIB - Mahasiswa membacakan pernyataan sikap
10.47 WIB - Massa membubarkan diri
--------------------------------------------------
MAHASISWA MENGHADANG KEHADIRAN KALLA
Demonstrasi mahasiswa Unibraw menolak kedatangan Wapres Jusuf Kalla ke Malang, Jawa Timur.
Metrotvnews.com, Malang: Ratusan mahasiswa Malang dari berbagai elemen menghadang kehadiran Wakil Presiden Jusuf Kalla di kawasan Bundaran Jalan Veteran. Aksi tersebut sempat diwarnai dorong-mendorong antara mahasiswa dengan polisi serta dibarengi dengan pelemparan beberapa buah tomat ke arah polisi. Aksi ini sendiri digelar untuk menolak kehadiran Jusuf Kalla ke Universitas Brawijaya (Unibraw) guna meresmikan pencanangan kampus ini sebagai entrepreneurial university.
Mahasiswa menilai pemerintahan Kalla telah gagal memenuhi amanat konstitusi nasional dan gagal mengatasi krisis ekonomi. Dalam orasinya, para mahasiswa menyatakan menolak campur tangan TNI-Polri dalam penyelesaian kasus pendidikan dan menuntut komersialisasi pendidikan dihentikan. Mahasiswa juga menuntut untuk dilibatkan dalam pengambilan kebijakan kampus. Akibat aksi ini, sejumlah mahasiswa diamankan oleh petugas keamanan.(*****/NTF)
Tuesday, May 15, 2007
Undangan Konferensi Khilafah Internasional (KKI)
Hizbut Tahrir Indonesia mengundang kaum muslim pada acara:Konferensi Khilafah Internasional
Ahad, 12 Agustus 2007 M
28 Rajab 1428 H
Pukul 08:00 - 12:00 WIB
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
Acara:
Sambutan Jubir HTI
Parade Bedug
Testimoni Tokoh
Selingan Shalawat dan Nasyid
Orasi Pembicara
Teatrikal Lapangan
Refleksi
Doa Penutup
Insya Allah menghadirkan pembicara dari:
Eropa, Australia, Palestina, Sudan, Jepang dan IndonesiaJuga tokoh-tokoh nasional dari NU, Muhammadiyah, MUI, Darut Tauhid, Menpora, dan Ormas-ormas Islam.
Pembicara:
Dr. Imran Waheed (Hizbut Tahrir Eropa)
“Tanda-tanda Kehancuran Peradaban Barat”
Syeikh Ismail Al Wahwah (Hizbut Tahrir Australia)
“Dunia Membutuhkan Khilafah”
Syeikh Issam Ameera (Hizbut Tahrir Palestina)
“Tanda-tanda Tegaknya Khilafah”
Syeikh Usman Abu Khalil (Hizbut Tahrir Sudan)
“Tantangan Setelah Tegaknya Khilafah”
Prof. Dr. Hassan Ko Nakata (Cendekiawan Muslim Jepang)
“Peran Perjuangan HT Membangun Peradaban Islam ke Depan”
Hafidz Abdurrahman, MA (Ketua Umum DPP HTI)
“Perjuangan Hizbut Tahrir Indonesia Menuju Khilafah”
Orasi Tokoh:
KH. Abdullah Gymnastiar
Prof. Dr. H. M. Amin Rais
KH. Ma’ruf Amin
DR. H. Adyaksa Dault, SH, M.Si.
KH. Drs. Hasyim Muzadi
Prof. Dr. Din Syamsuddin
KH. Habib Riziq Shihab
KH. Zainuddin MZ
Kantor Hizbut Tahrir Indonesia:
Gedung Anakida Lt.7, Jl. Prof. Soepomo No.27 Tebet Jakarta Selatan
Telp: 021-8305848 Fax : 021-8312111Email : info@hizbut-tahrir.or.id
Contact Person : Fanani (0815-8366436 / 021-70031924)
