.jpg)
Meski penangkapan massal menimpa ratusan tokoh dan aktifis Al-Ikhwan Al-Muslimun di Mesir, namun organisasi itu tetap bertekad untuk terlibat dalam pemilu legislatif yang akan digelar April tahun ini.
Ketua Umum Al-Ikhwa Al-Muslimun, Mahdi Akef, dalam siaran persnya di Kairo mengatakan, “Kami telah menetapkan untuk tetap terlibat dalam pemilu legislatif ini karena Allah dan untuk berkontribusi menyelamatkan umat.”
Akan tetapi Akef tidak menjelaskan jumlah pasti berapa calon dari Al-Ikhwan yang akan ikut dalam pemilu. Ia hanya mengatakan, “Nama-nama para calon dan jumlah mereka tidak akan diumumkan sekarang untuk menjaga agar mereka tidak ditangkap, mengingat apa yang pernah terjadi pada pemilu pertengahan tahun silam.”
Masih menurut Akef, jumlah kursi yang akan diperoleh Al-Ikhwan kelak akan ditetapkan oleh Maktab AL Ikhwan di setiap distriknya “Al-Ikhwan eksis dengan seluruh kelompok dan tingkatan masyarakat Mesir. Karenanya kami akan selalu berupaya serius untuk mencalonkan para anggota di setiap kota dan desa, ” ujarnya.
Ia menjelaskan pula bahwa keterlibatan Al-Ikhwan dalam pemilu akan tetap dilakukan meskipun aksi penangkapan yang kini terjadi dan dilakukan oleh pemerintah atas para anggotanya.
“Mereka mengira bahwa masalah ini akan menghalangi kita untuk memperoleh hak dalam beramal. Penangkapan anggota Al-Ikhwan, justru menunjukkan tak adanya niat baik dari pemerintah untuk memperbaiki demokrasi di Mesir, ” jelasnya. (na-str/iol)
Sumber: Eramuslim
Form Pendaftaran Anggota Gema Pembebasan
Yahoo! News: World News
Media Indonesia
Voice of New Generation
Syariah
Friday, February 22, 2008
Ketua Umum Al-Ikhwan, "Mereka Mengira Penangkapan Menjadikan Kami Mundur"
Saturday, July 7, 2007
Indonesia Minta DCA Dibahas Kembali
Jumat, 6 Jul 07 17:21 WIB
Menyikapi berbagai kritik atas diberlakukannya perjanjian pertahanan RI-Indonesia (Defend Operation Agreement/DCA), pemerintah Indonesia mengusulkan agar kedua perwakilan negara kembali membahas hal-hal yang bersifat teknis dalam substansi perjanjian itu, sehingga menimbulkan interpretasi yang berbeda.
"Khususnya yang menyangkut daerah militer belum ada, oleh karena itu kita memandang perlu kedua belah pihak untuk duduk kembali, membahas pengaturan yang bersifat teknis khusus untuk bravo area, "ujar Juru Bicara Deplu Kristiarto soerjo Legowo, di Kantor Departemen Luar Negeri, Jakarta, Jum'at (6/7).
Menurutnya, hal yang bersifat sensitif seperti penggunaan daerah latihan militer dalam pasal 6 DCA perlu pengaturan yang lebih jelas baik secara teknis, operasional maupun administrasi.
Kristiarto membantah anggapan yang menyatakan bahwa dengan perjanjian itu Singapura telah berbuat curang terhadap Indonesia. Ia menegaskan kembali, untuk menerapkan perjanjian itu tidak ada yang berhak berbuat sesuatu tanpa persetujuan kedua belah pihak.
"Saya ingin tekankan lagi, Indonesia berpandangan bahwa DCA itu tidak bersifat self executing, tidak bisa diperlakuan begitu saja dengan sendirinya, " tandasnya.
Ia menjelaskan, keterkaitan antara DCA dengan perjanjian ekstradisi menyangkut masalah proses terbentuknya perjanjian, bukan diartikan sebagai barter, yang jelas apapun bentuknya perjanjian itu akan membawa manfaat bagi Indonesia. (novel)
Israel Bangun Sinagog di Bawah Mesjid Al-Aqsa
Rabu, 4 Jan 06 10:33 WIB
Lembaga tinggi asosiasi Islam dan Asosiasi Al-Aqsa untuk pemeliharaan tempat-tempat suci menyatakan Israel sedang membangun sebuah sinagog di bawah Mesjid Al-Aqsa.
"Sinagog itu dibangun tepat di bawah Mesjid Al-Aqsa, sekitar 90 meter dari Kubah Batu," kata Raed Salah, ketua Gerakan Islam di Jalur Hijau dalam keterangan persnya seperti dikutip Aljazeera.
Menurut Salah, sinagog itu memiliki 7 ruangan yang menggambarkan sejarah Yahudi. Salah satu ruangan menggambarkan zaman Nazi Jerman dan Holocaust yang terjadi pada Perang Dunia II. Selain sinagog dengan 7 ruangan tersebut, Israel juga sedang membangun sinagog khusus wanita di lokasi yang sama.
Dalam konferensi pers tersebut, ditayangkan video dan foto-foto dokumentasi pembangunan sinagog dan penggalian yang masih terus dilakukan Israel di bawah Mesjid Al-Aqsa. Mufti Al-Quds dan Palestina, Syeikh Ikrema Sabri sudah mendesaka danya intervensi dunia Islam untuk menghentikan penggalian itu.
"Otorita Israel sudah mengeksploitasi pintu gerbang di sisi barat Al-Aqsa sejak 1996 dengan cara melakukan penggalian-penggalian yang pada akhirnya bertujuan untuk mendirikan sebuah sinagog," kata Syeikh Sabri dalam konferensi pers itu.
"Pembangunan sinagog membuktikan bahwa Israel tidak menemukan tanda-tanda apapun atas keyakinan mereka tentang adanya Kuil Sulaiman di tempat itu, itulah sebabnya mereka membangun ruangan-ruangan yang secara tersamar menggambarkan sejarah agama mereka," tambah Sabri.
Sementara itu, Salah mengingatkan Israel bahwa penggalian yang mereka lakukan bisa membahayakan struktur Mesjid Al-Aqsa.
"Seorang sopir truk ditugaskan untuk memindahkan peralatan ke lokasi penggalian dan ia sangat terkejut melihat lorong yang sangat besar di bawah mesjid, yang bisa dilewati sebuah truk," ujar Salah.
Ia juga mengingatkan, agresi Israel terhadap tempat-tempat suci umat Islam akan menghadapi serangan balasan. "Anda mengundang munculnya perlawanan untuk menghentikan kegiatan terhadap mesjid itu," kata Salah ditujukan pada pemerintah Israel.
Bukan tidak mungkin, perusakan terhadap Mesjid Al-Aqsa akan membangkitkan kembali gelombang Intifada seperti yang terjadi pada September 2000 lalu, saat Ariel Sharon berkunjung ke Al-Aqsa.
Upaya-upaya perusakan terhadap Mesjid Al-Aqsa sudah terjadi berulang kali. Pada tahun 1996, 80 orang tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel ketika mereka sedang melakukan aksi protes atas penggalian terowongan di bawah Mesjid Al-Aqsa. Jauh sebelumnya, pada 21 Agustus 1969, bagian selatan Mesjid Al-Aqsa dibakar. Bagian mesjid seluas 1.500 meter persegi itu rusak termasuk anak tangga bersejarah yang dibangun tokoh pejuang Islam, Shalahuddin Al-Ayyubi.
Warga Palestina menuding pembakaran itu dilakukan oleh kelompok ekstrim Yahudi dan pemerintah Israel. Namun tudingan itu dibantah Israel yang mengklaim bahwa kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek listrik. Namun di kemudian hari, seorang laki-laki asal Australia yang sedang mencari pengungsi di Kibbutz terbukti bersalah melakukan pembakaran itu dan dibebaskan setelah mendapatkan terapi psikiatri. (ln/iol)
-->
Wednesday, July 4, 2007
Dukungan Terhadap Komisi I DPR RI untuk Menolak DCA (Defence Cooperating Agreement)
KANTOR JURUBICARA HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Nomor: 116/PU/E/06/07; Jakarta, 27 juni 2007 M
PERNYATAAN HIZBUT TAHRIR INDONESIA
TENTANG
Dukungan Terhadap Komisi I DPR RI untuk Menolak DCA
(Defence Cooperating Agreement)
Akhirnya Komisi I DPR RI dengan tegas menolak Perjanjian Kerjasama Pertahanan (Defence Cooperation Agreement/DCA) dengan Singapura. Perjanjian ini memang lebih tepat disebut perjanjian untuk memberikan hak latih bagi militer Singapura di wilayah Indonesia yang membentang antara Pulau Natuna Besar dan Kepulauan Anambas mengingat tidak satupun klausul yang membolehkan TNI berlatih di wilayah Singapura. Selama bertahun-tahun Singapura, negara kecil yang tidak memiliki area latih itu, terpaksa harus menyewa di sejumlah negara dengan harga yang sangat mahal. Dengan adanya perjanjian dengan Indonesia, Singapura tentu tidak perlu repot-repot lagi menyewa area untuk latihan militernya, karena Indonesia telah menyediakannya secara gratis.
Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa dalam penggunaan wilayah latihan itu (laut dan udara), Singapura bahkan bisa mengikutsertakan pihak ketiga, meski dengan terlebih dulu meminta izin Indonesia. Masalahnya adalah jika pihak ketiga itu adalah AS yang memang telah lama ingin berperan di wilayah ini. Dengan posisi pemerintah Indonesia terhadap tekanan AS selama ini terbukti sangat lemah bahkan tidak berdaya – sehingga tidak kuasa menolak permintaan itu, maka perjanjian itu praktis akan menjadi alat legitimasi untuk masuknya militer AS ke wilayah Indonesia dengan kedok latihan militer bersama. Memang, melalui perjanjian ini Indonesia dimungkinkan dapat ‘menikmati’ fasilitas militer Singapura. Namun, tentu hal itu tidak sebanding dengan bahaya keterlibatan pihak ketiga seperti AS di wilayah ini karena kehadiran AS di wilayah ini tentu mengancam kedaulatan Indonesia.
Apalagi telah lama diketahui, bahwa AS memiliki ambisi politik di kawasan Asia Tenggara. Berbagai upaya telah dilakukan AS. Diantaranya, pernah menawarkan diri untuk membangun pangkalan militer di kawasan Thailand Selatan dengan dalih ingin membantu menghancurkan gerakan militan Islam yang makin intens melakukan gerakan di wilayah Pattani yang memang didominasi muslim. Upaya AS untuk menghadirkan armada militer di kawasan itu tentu saja merupakan bagian dari grand strategy AS untuk mengontrol kawasan Asia Tenggara yang memang sangat strategis baik secara militer, politik maupun ekonomi. Namun, Malaysia dan Indonesia menolak rencana itu karena kedua negara tegas menentang setiap kehadiran militer asing manapun di Selat Malaka. Karenanya, AS yang telah melakukan kerjasama militer yang kuat dengan Filipina dan Thailand mencoba cara lain. Yakni lewat pemerintah Singapura, melalui perjanjian kerjasama pertahanan yang baru saja ditandatangani itu.
Oleh karena itu, penandatangan kerjasama pertahanan RI-Singapura alih-alih menguntungkan Indonesia, tetapi malah akan semakin menguatkan cengkeraman AS di kawasan Asia Tenggara, dan terhadap Indonesia khususnya. Jika demikian, berarti Indonesia telah secara sadar memberi jalan bagi masuknya kekuatan militer asing ke dalam wilayah Indonesia meski dalam area yang terbatas.
Berkenaan dengan hal itu, maka Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:
Mendukung sikap Komisi I DPR RI yang menolak perjanjian ini sebagai bagian dari kewajiban untuk melakukan muhasabah (kontrol) kepada pemerintah, yang memang diwajibkan oleh syariah. Selanjutnya Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan kepada DPR RI tidak meratifikasi perjanjian itu, karena jelas berpotenti mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia.
Menyerukan kepada para anggota DPR khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya untuk terus mencermati berbagai kecenderungan yang terjadi akhir-akhir ini yang makin menunjukkan ketundukan pemerintah RI terhadap kekuatan asing, mulai dari penyererahan blok kaya minyak di Cepu, pembiaran Exxon Mobil di blok kaya gas Natuna meski kontrak 25 tahun tanpa produksi sudah habis Januari 2007, hingga dukungan RI terhadap resolusi DK PBB Nomer 1747 tentang sanksi terhadap Iran dan perjanjian DCA dengan Singapura ini. Kecenderungan seperti ini jelas sangat berbahaya karena akan makin membawa Indonesia ke dalam arus kepentingan asing yang jelas akan membahayakan Indonesia kini dan masa datang.
Sesungguhnya alasan utama perjanjian ini, selain paket perjanjian ekstradisi, adalah iming-iming penggunaaan peralatan militer Singapura yang canggih, karena keterbatasan peralatan militer Indonesia. Ini berarti perjanjian ini dibangun dengan logika ketidakmapuan Indonesia dan ketergantungannya kepada pihak asing. Logika pragmatis seperti ini tentu berbahaya. Padahal seharusnya, dengan sumber daya alam dan manusia yang melimpah, justru Indonesia mampu membangun industri berat, termasuk industri militer tercanggih sekalipun. Tetapi, semuanya itu disia-siakan, malah memilih jalan pintas, yang justru bisa mengorbankan kepentingan negeri dan rakyatnya sendiri.
Karena itu, hanya dengan Khilafah yang menerapkan syariah, negeri ini benar-benar akan berdaulat, bebas dari penjajahan dan mempunyai kekuatan pertahanan dan militer yang tangguh. Karena, hanya sistem syariahlah yang bisa menjamin pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang melimpah demi kemaslahatan negeri dan rakyatnya.
Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net
Gedung Anakida Lantai 7
Jl. Prof. Soepomo Nomer 27, Jakarta Selatan 12790
Telp / Fax : (62-21) 8353253 Fax. (62-21) 8353254
Email : info@al-islam.or.id Websiite : http://www.al-islam.or.id/www.hizbut-tahrir.or.id
Wednesday, June 20, 2007
Sudah Baca Basmallah?
Oleh Lizsa Anggraeny
Oleh: Lizsa Anggraeny
"Itadakimasu...!" Terdengar teriakan suara anak kecil. Onigiri di tangan, bersiap disuapkan ke mulut. Tiba-tiba, suara lembut sang ibu bertanya sambil menahan tangan sang anak. "Sudah baca Bismillah belum?" Merasa kenyamanannya terganggu, si anak lalu berkata, "Tidak mau!" Mendengar jawaban seperti itu, sang Ibu berkata tegas, "Belum Bismillah, berarti onigiri ini nggak boleh dimakan. "Entah karena lapar atau memang tidak suka dengan teguran sang Ibu, si anak mulai 'ngadat' menangis keras. Salah satu teman si ibu yang melihat kejadian tersebut berkata. "Biarin aja onigirinya dimakan, sudah ngucapin itadakimasu, ya kan?" Sekilas ia melirik seolah mencari persetujuan.
Situasi seperti ini, pernah saya temui dalam acara pertemuan ibu-ibu. Ya betul, secara table manner Jepang, ucapan anak tersebut sudah benar. Tapi secara manner Islam, apakah sudah cukup? Tiba-tiba ingatan saya melayang pada sebuah buku yang berkisah tentang keutamaan basmallah. Pun teringat kepada seorang teman muslimah Jepang.
Dalam buku tersebut diceritakan, ada seorang isteri bersuamikan seorang munafiq. Sang isteri memiliki kebiasaan membaca basmallah setiap akan memulai sesuatu. Sang suami membenci perbuatan tersebut. Hingga suatu saat dia berjanji dalam hati, "Saya akan membuatnya malu!" Untuk melaksanakan niatnya, si suami memberikan pundi uang dan berkata, "simpanlah pundi ini. " Sang isteri menerima dan menyimpannya di sebuah tempat sambil mengucapkan basmallah.
Selang beberapa hari, diam-diam, sang suami mengambil pundi tersebut lalu membuangnya ke sumur belakang. Ia merasa senang karena akan bisa membuktikan pada isterinya bahwa tidak ada manfaatnya mengucapkan basmallah. Kemudian sang suami berpura-pura meminta isterinya untuk mengembalikan pundinya. Sang isteri mencari pundi tersebut di tempat ia menyimpannya sambil membaca basmallah.
Bersamaan dengan itu, Allah SWT memerintahkan Jibril turun ke dasar sumur untuk mengembalikan pundi tersebut. Sang isteri yang tidak mengetahui ulah suaminya, dengan mudah menemukan pundi yang dimaksud. Melihat hal itu sang suami terkesima dan bertaubat.
Ada pula kisah tentang Abu Muslim al-Khulani. Ia memiliki budak perempuan yang sangat benci padanya. Setiap hari, budak perempuan tersebut selalu menuangkan racun ke dalam minuman majikannya. Hal tersebut berlangsung hingga jangka waktu yang lama. Namun tidak ada perubahan sedikitpun pada sang majikan.
Hingga ia berterus terang. "Aku telah menuangkan racun sejak lama, akan tetapi tidak ada pengaruhnya sama sekali pada anda... " Mendengar itu, Abu Muslim berkata, "Setiap kali saya akan makan, minum atau melakukan pekerjaan, selalu membaca bismillahirrahmanirrahim. "
Sedangkan cerita lain tentang kekuatan basmallah, saya dengar langsung dari seorang teman muslimah Jepang. Sebutlah Tomoko-san. Bertemu pertama kali dalam satu pengajian di masjid sekitar Tokyo. Seringnya bertemu ada rasa penasaran yang tersimpan di hati. Bagaimana hidayah Islam itu datang padanya? Karena yang saya tahu, ia bersyahadah bukan karena pernikahan dengan seorang muslim. Hingga suatu saat saya beranikan diri bertanya.
Alasannya singkat. Ia mengenal Islam, karena terpesona dengan basmallah. Kalimat tersebut tidak sengaja ia temukan sewaktu masih SMA, di sebuah toko buku, di salah satu pojok bacaan tentang Islam. Di sana ia menemukan tulisan "Bismilahiirrahmanirrahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). " Pertama kali membaca kalimat tersebut, dadanya bergetar. Siapa Allah itu? Kenapa Ia memiliki rasa Maha Pengasih dan Penyayang? Darimana asalnya kata-kata seindah ini?
Sejak saat itu, ia seolah 'jatuh cinta, ' pada basmallah. Meskipun tidak pernah tahu arti sesungguhnya bacaan tersebut, tapi ia percaya bahwa basmallah adalah sebuah 'jampi-jampi' yang dapat menjaganya dari hal-hal yang buruk. Di atas tempat tidur, meja belajar, di setiap buku ataupun dalam omamori pasti ia tulis kalimat tersebut.
Hingga suatu saat salah seorang guru yang mengetahuinya, melarang untuk meneruskan kebiasaan tersebut. Juga menasehati agar tidak membuka buku-buku tentang Islam. "Agama teroris, " begitu ucapan gurunya saat itu. Tomoko san hanya bisa tercengang kaget mendengar penjelasan tersebut. Benarkan Islam agama teroris? Jika teroris, mengapa memiliki kata-kata yang begitu indah seperti ini? Semakin hari, semakin penasaran ia dibuatnya.
Setelah lulus SMA, keinginannya untuk mengetahui arti sesungguhnya kata basmallah semakin kuat. Ia mulai rajin membaca beberapa buku Islam dan mendatangi perkumpulan-perkumpulan muslim. Hingga akhirnya hidayah itu datang dan syahadat diikrarkan. Ia percaya, dari kalimat basmallah jalan menuju hidayah terbuka.
***
Betapa hebat kekuatan basmallah. Meskipun secara sadar ataupun tidak, kadang kita melupakannya. Terimbas oleh kata-kata lain yang dianggap lebih baik. Terutama bagi muslim yang tinggal di Jepang, sebuah negara sekuler yang memiliki pola pemikiran 'Islami' tertib, teratur, disiplin.
Pola pemikiran mereka, terkadang menggeser pola pemikiran Islam. Tidak salah jika sang ibu di cerita atas, begitu tegas mengajarkan anaknya ucapan basmallah. Ibu tersebut pasti tidak ingin buah hati tercintanya terimbas oleh pola pemikiran Jepang. Dasar-dasar Islam harus diterapkan sedini mungkin agar di manapun berada, seorang muslim tetap memiliki izzah Islam.
Kembali ke basmallah, jika ditelusuri, kita akan menemukan mutiara ilmu yang luar biasa pada bacaan tersebut. Menyebut bismillah di permulaan tiap pekerjaan berarti kita sedang mengingat akan kebesaran Allah swt. Menyadari akan keagungan-Nya. Mendatangkan perlindungan-Nya. Betapapun sulit dan berat sebuah pekerjaan, akan terasa ringan dengan mengucapkan basmallah, karena ia mendatangkan ketenangan lahir batin. Kekuatannya tidak bisa tergantikan, meskipun ada kata-kata lain yang memiliki arti sedemikian bagusnya.
Jadi, tidaklah salah jika saya bertanya pada anda, "sudah baca basmallah?" Untuk mengawali aktifitas membaca tulisan ini.
Wallahu`alambisshowab.
Catatan:
1. Itadakimasu = Diucapkan oleh orang Jepang sebelum makan. Yang memiliki arti harfiah “saya terima berkah makanan ini”
2. Onigiri = Bulatan nasi khas Jepang yang dibungkus rumput laut.
3. Omamori = Benda (jimat ) yang dianggap sebagai pelindung.
Tokyo, aishliz et FLP-Jepang
Libforall: Program Liberalisasi Umat Islam Indonesia
Kamis, 5 Apr 07 00:46 WIB
Sesekali bukalah situs www. Libforall. Com, di sana ada sejumlah pengakuan jujur kaum liberalis Amerika dan juga pendukungnya di Indonesia untuk menghantam pemikiran Islam kafaah dan syumuliyah yang ada di dalam masyarakat Indonesia. Mereka menyebut umat Islam yang ingin menerapkan syariah Allah ini dengan sebutan “Islam Fundamentalis” dan bahkan menyebutnya sebagai “Teroris”.
Situs yang memiliki slogan “Promote the Culture of Liberty and Tolerance Worldwide” (Menyebarkan budaya kebebasan dan toleransi ke seluruh dunia) ini dalam halaman pertamanya memuat misinya yang antara lain memecah-belah kaum Muslimin dengan membedakan antara kaum Muslimin Fundamentalis yang dianggap sama dengan teroris dengan Muslim Tradisionalis yang disebutnya Muslim Moderat.
Jika kita klik enter maka terpampanglah halaman berikutnya yang diawali dengan sebuah kutipan atas pernyataan Abdurrahman Wahid seperti yang pernah dimuat di dalam The Wall Street Journal yang berbunyi: “
“Muslims themselves can and must propagate an understanding of the ‘right’ Islam, and thereby discredit extremist ideology. Yet to accomplish this task requires the understanding and support of like-minded individuals, organizations and governments throughout the world. Our goal must be to illuminate the hearts and minds of humanity, and offer a compelling alternate vision of Islam, one that banishes the fanatical ideology of hatred to the darkness from which it emerged, ” demikian Wahid yang juga menjabat sebagai LibForAll co-founder, patron and board member.
Jadi, menurut “kiai” yang pernah foto bareng sedang memangku Aryanti Boru Sitepu—perempuan bukan muhrimnya ini hanya pakai daster, umat Islam seharusnya menyebarkan ‘kebenaran’ Islam yang sejuk dan menentang pemikiran Islam radikal. Entah, kebenaran macam apa yang dimaksud oleh “kiai” jenis ini.
Di dalam halaman bertajuk “Indonesian Programs” (Program untuk Indonesia) disebutkan bahwa Libforall sejak 2004 mengefektifkan programnya untuk Indonesia yang disebut sebagai satu negara yang memiliki jumlah Muslim terbanyak dunia, dengan menggandeng orang-orang Indonesia yang disebutnya sebagai tokoh-tokoh umat Islam Indonesia yang telah tercerahkan (baca: tentunya dalam pemahaman kamus kaum liberal). Beberapa programnya secara garis besar adalah:
Mendukung berdirinya “Wahid Institute” yang memiliki slogan “Seeding plural and peaceful Islam” dengan ikut mengembangkan pemahaman “Islam Moderat” dan menyebarkan gagasan pembaharan di bidang demokrasi, pluralisme, dan toleransi antara Muslim di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Wahid Institute dipimpin oleh puteri tertua Abdurrahman Wahid yakni Yenni Wahid.
Lalu di bagian bawah ada foto Abdul Munir Mulkhan, tokoh liberal dari Muhammadiyah, bersama CEO Libforall Hollan C. Taylor. Abdul Munir Mulkhan ini mendirikan Yayasan Falsafatuna yang menggabungkan pemahaman sufiisme dengan ke dalam materi pendidikan sekolah untuk menghantam pemikiran Islam fundamentalis.
Lalu ada pula Yayasan Darmokusumo yang bermarkas di Yogya yang menggabungkan Islam dengan kejawen. Yayasan Libforall menyokong yayasan-yayasan lokal ini dengan program dan dana.
Ada lagi pernyataan jujur yang mencengangkan. Libforall mengadakan pendidikan bagi anak-anak Islam yang berada dalam kemiskinan, “…agar anak-anak miskin ini menerima pendidikan kesetaraan untuk toleransi, penguatan, dan keterampilan individual, dan juga berempati terhadap agama lain, menghadapi dunia maju. ” Seraya menuliskan kegiatannya ada di Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga merambah anak-anak korban tsunami di Aceh.
Yang cukup membuat surprise, LibForAll Foundation ternyata juga menggandeng salah satu kelompok musik papan atas Indonesia untuk menyukseskan program liberalisasi Muslim Indonesia. Kelompok musik ini bernama Dewa untuk, “…to counter extremist ideology in the world's most populous Muslim nation. ”
Kelompok Musik Dewa
Pertemanan antara Libforall dengan kelompok musik Dewa agaknya sangat istimewa. Jika Wahid Institute hanya disinggung sekali di dalam satu halaman situs ini, maka untuk Dewa disediakan dua halaman khusus (Popular Culture dan Warriors of Love) yang secara cukup lengkap memuat detil program berikut foto-foto yang amat mesra antara para pengusung liberalisme Islam ini.
Bersama dengan Dawn Elder Management, Libforall membentuk satu gugus tugas dalam bidang manajemen kelompok-kelompok musik Islam dan non-Islam dunia untuk menyebarkan paham liberalisme yang dikatakan sebagai toleransi, pluralisme, dan demokrasi.
Salah satu proyek yang digagas mereka adalah merekam dan menerjemahkan lagu “Laskar Cinta” (Warriors of Love) ke dalam bahasa-bahasa dunia antara lain bahasa Arab, Parsi, Turki, Hindi/Urdu, Bengali, Swahili, Mandingue, Hausa, Perancis, Spanyol, Rusia, dan Inggris. Selain menerjemahkan, mereka juga membuat video klip dan juga bertanggungjawab atas distribusinya. Belum cukup sampai di sini, promosi lagu ini juga dilakukan di sejumlah negara dunia yang melibatkan artis-artis top dunia di Eropa dan Amerika.
Dalam situsnya, Libforall diketuai oleh C. Holland Taylor, dan Board of Directors-nya antara lain Abdurrahman Wahid, Ahmad Dhani, dan F. Borden Hanes, Jr. Beberapa orang Indonesia diankat menjadi penasehat Libforall yakni Mustofa Bisri, Amin Abdullah (Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Azyumardi Azra, Abdul Munir Mulkhan, Nasr Hamid Abu Zayd, dan Frans Magnis Suseno.
Mau lebih banyak agenda kaum liberalis untuk menyebarkan pahamnya ke tengah umat Islam Indonesia? Silakan klik www. Libforall. Com.(Rz)
Temuan Baru, Rp 2, 1 Miliar Dana DKP Mengalir ke DPR
Rabu, 20 Jun 07 14:12 WIB
Badan Kehormatan (BK) DPR-RI menerima informasi baru tentang penyaluran dana Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) ke anggota DPR-RI dari Departemen di masa Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi. Laporan terbaru itu menyebutkan, jumlah dana yang dialirkan DKP di masa Freddy senilai Rp 2, 1 miliar.
''Tadi anda informasi dan perlu ditindaklanjuti lagi soal penyaluran dana ke DPR dari DKP di masa Pak Freddy. Kemarin, aliran yang dilaporkan di masa Pak Freddy sebesar Rp 780 juta. Dengan informasi ini, maka total nilainya menjadi Rp 2, 1 miliar, '' ujar Wakil Ketua BK DPR-RI Gayus Lumbun di Senayan, Jakarta, Rabu.
Dijelaskannya, penyaluran dana yang terakhir ini terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Tujuannya adalah sama, yaitu ke anggota DPR-RI. Jadi, kemungkinan besar terjadi penambahan anggota dewan yang akan diperiksa oleh BK DPR-RI.
Hanya saja, katanya, ada penerima dana itu yang merupakan mantan pimpinan lembaga DPR-MPR. Bila memang sudah tidak aktif lagi menjadi anggota DPR, lanjutnya, maka BK DPR-RI tak bisa menjangkaunya. ''Kalau mereka masih aktif di DPR-RI, baru BK punya kewenangan, " ucapnya.
Untuk pelapor penyaluran dana DKP yang terbaru ini, Gayus, yang juga fungsionaris PDIP enggan memberikan identitasnya. Menurutnya, pelapor adalah perseorangan yang kemungkinan nantinya akan berkembang menjadi sebuah koalisi. ''Mereka akan melengkapi laporannya dengan data-data dalam dua hari ini, " ucap Gayus.
Sebelumnya, Gayus juga menerima laporan dari Kuasa Hukum Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri yang kini menjadi terdakwa dugaan korupsi pengumpulan dana nonbujeter di DKP. Assegaf melaporkan bahwa ada 30 aliran dana ke Komisi IV DPR-RI sekitar 4-5 bulan yang lalu. Aliran dana ini berasal dari DKP.
Tim Pemeriksa Aliran Dana DKP di BK ini menyatakan, sebelumnya Assegaf melaporkan adanya 30 orang anggota dewan yang menerima dana dari masa Freddy dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 780 juta. Namun, kemudian, informasi itu diralat bahwa ada 30 kali aliran dana DKP. Jadi, kemungkinannya, penerima 30 aliran dana itu lebih dari 30 orang. Karena satu aliran dana itu yang menerima bisa dua atau tiga orang.
Terkait dengan pemeriksaan yang dilakukan, BK DPR-RI sudah mengantongi surat izin untuk menghadirkan Rokhmin Dahuri dan Mantan Sekjen DKP Andin H Taryoto di Gedung DPR-RI.
Surat izin itu didapatkan dari hasil penetapan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor yang menangani kedua terdakwa. Surat lainnya juga didapatkan dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dan juga surat dari Rutan Mabes Polri (tempat penahanan Rokhmin, red) dan Rutan Polda Metro Jaya (tempat penahanan Andin).
''Surat-surat itu sudah keluar. Untuk kedua orang terdakwa itu juga sudah clear. Semuanya yang mengurusi adalah Kuasa Hukum Rokhmin. Surat-surat itu sebagai jawaban dari surat permohonan BK DPR-RI untuk memeriksa mereka, '' sambung Gayus.
Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan BK, pemeriksaan terhadap Rokhmin dilakukan pada Kamis, 21 Juni 2007 pukul 14. 00 WIB, bersamaan dengan Andin dan juga Mantan Kepala Biro Umum DKP Didi Sadeli.
Pemeriksaan itu berkisar tentang kesaksian mereka di persidangan Pengadilan Tipikor soal dana-dana yang dikeluarkan dan kepada siapa saja dana itu diberikan. ''Pemberian dana itu ada yang langsung diberikan oleh Rokhmin sendiri, ada yang melalui biro keuangannya, '' ujar anggota Komisi III DPR-RI dari Fraksi PDIP ini.
Bila ada temuan-temuan baru dalam pemeriksaan Rokhmin itu, BK akan menindaklanjutinya. Selain itu, pemeriksaan terhadap Freddy Numberi juga akan dijadwalkan BK DPR-RI usai pemeriksaan terhadap Rokhmin. (dina)
Pimpinan Umum Al-Ikhwan: AS dan Israel Penyebab Pertikaian di Palestina
Muhammad Mahdi Akef, Pemimpin Umum Al-Ikhwan Al-Muslimun mengungkapkan pandangan presiden Palestina Mahmud Abbas terhadap kabinet Hamas. Menurutnya, berdasarkan kesaksian Presiden Palestina sendiri, kabinet Hamas itu lebih baik dari kabinet yang pernah ada di Palestina.Pernyataan Abbas itu, tambah Mahdi Akef disampaikan saat keduanya melakukan komunikasi lewat telepon untuk mengkaji sejumlah peristiwa yang terjadi di Palestina beberapa waktu lalu. Ungkapan Akef yang diberitakan oleh siaran televisi Al-Aqsha itu, juga ditambahkan dengan seruan Akef kepada semua pihak untuk peduli dengan apa yang terjadi di Palestina. "Jangan lupa bahwa orientasi perjuangan Palestina adalah pembebasan Palestina dari kekejian Zionis Israel, " tandasnya.
Ia juga mengatakan, "Hamas mengetahui bahwa perpecahan yang berkobar saat ini adalah lantaran sokongan AS dan Zionis Israel dibantu sejumlah agen Israel di Palestina. Karenanya, saya menyerukan agar semua pihak yang peduli dengan perjuangan Palestina memotong semua jalur keburukan mereka, dengan melakukan kerjasama pada tokoh-tokoh pejuang yang bersih dari seluruh elemen Palestina. "
Dalam kesempatan itu Akef menyebutkan sikap yang diambil Al-Ikhwan Al-Muslimun adalah tetap mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. "Rakyat Palestina adalah tembok yang menjadi benteng untuk melawan pihak yang menentangnya dalam tahun-tahun yang panjang dan hingga kini masih terus berlangsung, " ujarnya. Ia juga meminta dukungan kepada rakyat Palestina agar bisa melewati fase yagn sangat sulit akhir akhir ini. (na-str/ikhol)
Tuesday, April 3, 2007
Presidium KAHMI: Soal Nuklir Iran, Indonesia Sudah Terseret Skenario AS
Rabu, 28 Mar 07 17:22 WIB
Presidium atau Ketua Harian Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Dr. Ir. Abdul Asri Harahap, SE, MM, menilai dukungan Indonesia atas Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1747 yang menjatuhkan sanksi tambahan pada Iran, sebagai bentuk ketidakmampuan para diplomat Indonesia di kancah hubungan internasional.
Ia menyatakan,
Berikut wawancara Eramuslim dengan Presidium dan Ketua KAHMI, di sela-sela dialog bersama duta besar
Bagaimana seharusnya sikap tegas
Seharusnya
Di sinilah kelemahan dan mencla-menclenya diplomasi
Sikap abstain pun tidak menunjukkan ketegasan Indonesia, apalagi saat ini
Itu tidak menunjukan sikap, sikap kita harusnya menentang meskipun hanya sendiri. Tegakanlah kebenaran itu walaupun hanya sendiri. Abstain itu saja tidak benar, harusnya kita tidak menyetujui nuklir
Melihat kasus ini, bagaimana dengan posisi Indonesia sebagai salah satu anggota DK PBB, anda optimis
Untuk kasus ini
Untuk isu nuklir Iran ini, apa kira-kira lobi-lobi AS pada
Lobi pasti ada, tapi sejauhmana lobi itu mempunyai efektivitas dan manfaat apa, itu yang kita pertanyakan. Dalam hal ini kita hanya mengikuti skenario
Ada pendapat yang mengatakan dukungan ini mencerminkan kepentingan jangka pendek dari pemerintahan SBY, pendapat anda?
Ya, untuk mengikuti maunya Amerika yang memang sudah bernafsu besar untuk menghukum
