Form Pendaftaran Anggota Gema Pembebasan

Ini adalah form pendaftaran secara online. Isilah form ini, jika Anda ingin jadi anggota Gema Pembebasan di Universitas Negeri Malang (UM). Bergabunglah bersama kami, wahai mahasiswa UM. Bersama kita tingkatkan kualitas dan kuantitas insan muslim yang sebenarnya.
     
   




 
   
     

Yahoo! News: World News

Media Indonesia

Voice of New Generation

Syariah

Showing posts with label Israel. Show all posts
Showing posts with label Israel. Show all posts

Thursday, June 14, 2007

Perkiraan Jumlah Arsenal Nuklir Israel

Kamis, 14 Jun 07 12:54 WIB




Sampai sekarang, Zionis-Israel menganut sikap resmi tidak mengatakan apa-apa soal kepemilikan senjata nuklirnya. Tidak mengiyakan dan tidak pula menolaknya.
Walau beberapa petinggi negeri Zionis tersebut, antara lain Perdana Menteri Ehud Olmert sendiri, pernah keseleo lidah mengatakan bahwa Israel merupakan salah satu negara nuklir dunia, namun sikap resmi negeri ini tidak berubah.
Kepemilikan senjata berhulu ledak nuklir oleh Israel sebenarnya bukan rahasia umum lagi. Hanya saja, berapa jumlah senjata berhulu ledak nuklir yang dimilikinya masih menjadi perdebatan serius di sejumlah pengamat militer dunia. Kesaksian Mordechai Vanunu, mantan staf teknisi reaktor nuklir Dimona-Israel di tahun 1980-an, menjadi petunjuk yang sangat berharga. Namun hal ini pun belum mampu untuk menyibak data yang sangat akurat untuk mengetahui jumlah persis berapa hulu ledak nuklir yang dimiliki Israel. Hal ini menjadi satu perhatian utama kalangan militer dunia untuk menyelidikinya.
Salah satu peneliti kemiliteran yang tertarik untuk menelusuri kepemilikan senjata nuklir oleh Israel adalah Kolonel Warner D. “Rocky” Farr, seorang perwira Angkatan Udara AS (United State Air Force, USAF).
Kolonel “Rocky” mengawali karir dari Kesatuan Kesehatan Penerbangan. Lulus dari Air War College di Maxwell Air Force Base, Alabama, perwira ini dipercaya menjabat Komandan Seksi Bedah di US Army Special Operations Command di Fort Bragg, Carolina Utara. Selain itu, Kolonel Warner D. Farr yang sering dipanggil Rocky ini juga bertugas di beberapa pos komando. Setelah betugas selama 33 tahun, Rocky menyabet gelar Associate of Arts dari State University of New York, kemudian Bachelor of Science dari Northeast Louisiana University, dan Doctor of Medicine dari The Uniformed Services University of the Health Sciences. Belum cukup dengan sederet gelar, dia juga mendapat Masters of Public Health dari University of Texas.
Selain cakap di bidang kesehatan, Rocky juga meraih sertifikat solo qualified pesawat TH-55A Army helicopter, mendapat pelatihan penerbangan pesawat T-37 dan T-38 yang menjadi bagian dari USAF School of Aerospace Medicine. Selain di bidang medis, Kolonel Farr juga aktif mengkaji perkembangan senjata nuklir dunia. Dalam The Counterproliferation Papers, Future Warfare No. 2 yang dirilis USAF Counterproliferation Center, September 1999, Kolonel Farr berhasil mendapatkan data-data yang cukup mencengangkan soal kepemilikan arsenal nuklir Israel. Sesuatu yang ditutup-tutupi oleh Israel, dan bahkan di Amerika sendiri hal ini menjadi salah satu topik perbincangan yang dirasakan tabu.

Inilah data dari Kolonel Farr tersebut yang dikutip dari berbagai referensi ilmiah yang beredar di Amerika:
- 1967: 15 bom
- 1969: Menambah 5-6 bom, masing-masing menghasilkan kekuatan 19 kiloton
- 1973: 13 bom dan 20 misil berkepala nuklir
- 1974: 108 hulu ledak nuklir
- 1976: 10-20 bom nuklir aktif
- 1980: 200 bom
- 1984: 12-31 bom atom, 31 bom plutonium, dan 10 bom uranium
- 1985: Mendekati 100 bom nuklir
- 1986: 100-200 fusi bom
- 1991: 200-300 kepala nuklir aktif
- 1992: Lebih dari 200 kepala nuklir aktif
- 1994: 64-112 bom yang masing-masing bom memiliki 5 kilogram hulu ledak nuklir, serta 50 rudal nuklir tipe Jericho, dengan total di atas 200 buah
- 1995: 66-116 bom yang masing-masing bom memiliki 5 kilogram hulu ledak nuklir, serta 70-80 senjata pemusnah massal lainnya seperti bom neutron, ranjau nuklir, dan sebagainya.
- 1996: 60-80 bom plutonium, diperkirakan lebih dari 100 yang sedang dirakit dengan berbagai variasi, 200-300 bom berkepala nuklir, 50-90 bom plutonium, 50-100 misil Jericho I dan 30-50 Misil Jericho II.
-1997: Lebih dari 400 termonuklir yang tersebar dan bom berhulu ledak nuklir.
(Rizki Ridyasmara)

Monday, June 11, 2007

Mantan Ketua Parlemen Israel, "Perilaku Israel Mirip Perilaku Nazi"

Sabtu, 9 Jun 07 16:44 WIB

Eramuslim.com - Bagi Avraham Burg, Israel tidak ubahnya sebagai "perkampungan kaum Zionis yan mengidap paranoid bahwa eksistensinya akan terancam. Sikap paranoid itu, menurut Burg ditunjukkan dengan pembangunan tembok pemisah dan penggunaan kekuatan militer sebagai satu-satunya bahasa untuk menyelesaikan krisis. Sepak terjang Israel itu, tambah Burg, mirip dengan sepak terjang Nazi Jerman.

Avraham Burg adalah seorang mantan anggota parlemen Israel (Kneseet). Dalam wawancara dengan majalah mingguan Haaretz edisi Jumat (8/6), Burg membeberkan betapa buruknya kondisi Israel saat ini. Rakyat Israel, kata Burg dalam wawancara itu, kini sedang merasa sangat dipermalukan, mereka merasa seluruh dunia menolak mereka, kekalahan perang yang tak terjelaskan, dan pemusatan militerisme sebagai identitas Israel. Selain itu, Israel kini menjadi tempat tentara-tentara yang disersi, banyak warga bersenjata di jalan-jalan. Untuk apa semua itu, selain menunjukkan pada publik bahwa mereka menghendaki "orang Arab keluar."

Burg menjadi kepala Knesset pada tahun 1999-2003, dan baru saja menulis sebuah buku berisi kritikan terhadap perilaku Zionis. Dalam buku berjudul "Defeating Hitler" Burg menyebut Israel sebagai "perkampungan kaum Zionis, tempat para imperialis yang hanya percaya pada dirinya sendiri. " Burg menolak sebutan Israel sebagai negara bangsa Yahudi. Israel yang sekarang, kata Burg, hanya berisi tubuh-tubuh manusia tanpa jiwa.

"Secara spiritual, mereka sudah mati. Mereka hanya punya tubuh Israel. Jika mereka terus seperti ini, mereka tidak akan bertahan lama. Saya melihat masyarakat saya dan tempat saya dibesarkan serta rumah saya sudah hancur, " kata Burg pesimis dengan masa depan Israel.

"Israel sekarang adalah sebuah masyarakat yang menakutkan. Israel adalah negara trauma dalam segala dimensi, " sambungnya.

Burg mencontohkan pembangunan tembok pemisah di Tepi Barat yang menurutnya menunjukkan betapa ketakutannya Israel. Ia juga mengatakan bahwa Israel tidak bisa menjadikan Holocaust sebagai alasan untuk menggunakan kekuatan militer sebagai satu-satunya jawaban atas tantangan yang dihadapinya. Burg mengecam kebijakan Israel yang menargetkan pembunuhan terhadap para aktivis dan pejuang Palestina.

"Kita sudah menerjang banyak garis merah dalam beberapa tahun belakangan ini. Entah garis merah apa lagi yang akan kita langgar besok. Lihatlah bagaimana hubungan antar individu, dengarlah perbincangan mereka, lihatlah grafik kekerasan di jalan-jalan, lihatlah wajah Israel sekarang di cermin, " kata Burg dengan nada menyindir. (ln/iol)

Aktivis Israel Dukung Pembebasan Palestina

Rabu, 06/06/2007

Ratusan aktivis Israel yang tergabung dalam Peace Now menggelar aksi unjuk rasa menentang pendudukan Palestina oleh Tel Aviv. Aksi unjuk rasa yang dipusatkan di Hebron itu bertepatan dengan peringatan 40 Tahun Pendudukan Israel di Palestina.
TEL AVIV(SINDO) –Dengan membawa beragam poster antipendudukan Palestina, para demonstran juga meneriakkan yelyel mengutuk pemerintah Israel yang hingga kini menolak kemerdekaan Palestina. ”40 tahun sudah cukup. Hentikan pembangunan. Dua negara untuk dua rakyat,” tegas Ketua Peace Now Yariv Oppenheimer disambut teriakan sekitar 250 pendukungnya.
Menurut Oppenheimer, rakyat Palestina berhak atas tanah leluhur mereka. Karenanya, Israel tak boleh terlalu lama menduduki tanah Palestina. Dia bahkan membenarkan sikap kukuh pejuang Palestina dalam merebut kembali tanah yang dikuasai Zionis. ”Israel telah gagal memanfaatkan waktu 40 tahun untuk berdamai dengan Palestina dan dunia Arab. Kami datang kemari untuk menentang pendudukan Palestina oleh Israel,”imbuh Oppenheimer.
Hal senada disampaikan tokoh Peace Now, Noemi Rinat. Aktivis berusia 60 tahun itu yakin Israel tidak pernah aman jika menolak mengembalikan tanah Palestina kepada pemiliknya. Dia juga mengklaim, meski dilihat dari sudut pandang sejarah bahwa Israel mempunyai kedekatan emosi dengan sejumlah wilayah Palestina, hal itu tidak membuat Israel boleh menguasainya.
”Warga Yahudi memang mempunyai keterkaitan dengan Hebron sejak 1.000 tahun lalu.Tapi hal itu tidak lantas membuat kita merasa punya hak untuk menguasai wilayah itu. Pendudukan Israel harus dihentikan,”tandas Rinat.
Hebron merupakan salah satu wilayah Palestina yang direbut Israel melalui perang enam hari pada 1967 silam.Wilayah ini adalah titik pertemuan antara wilayah Palestina dan Israel. Sampai kini ratusan kelompok garis keras tinggal di daerah ini. Sementara itu, puluhan warga Hebron menggelar demo tandingan menentang aksi massa Peace Now.
Para demonstran mengklaim Hebron adalah tanah mereka sehingga tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk rakyat Palestina. Mereka menuduh Peace Now sebagai pengkhianat yang bekerja sama dengan Arab. ”Ini tanah kami. Peace Now adalah antek Arab,” teriak pengunjuk rasa.
Aksi unjuk rasa juga digelar oleh ribuan warga Palestina di sejumlah wilayah di Jalur Gaza.Para demonstran melakukan long march dari Ramallah ke Nablus. Seperti halnya demo di Israel,aksi massa di Palestina juga diramaikan dengan ratusan poster dan yelyel antipendudukan Israel. ”Kami ingin hidup bebas tanpa ada pos pemeriksaan,”teriak Farha Ezzat, seorang demonstran.
Menurut data sebuah lembaga independen di Israel, sedikitnya 260 ribu warga Israel tinggal di sekitar kawasan Tepi barat, 200 ribu lainnya menetap di Yerusalem dan 15 ribu jiwa berada di Dataran Tinggi Golan. Wilayah-wilayah tersebut merupakan tanah Palestina yang diserobot tentara Israel melalui perang enam hari pada 5–11 Juni 1967. (AFP/Rtr/imam gem)

Tuesday, April 24, 2007

F-PAN: Kita Punya Hak Tolak Kedatangan Parlemen Israel

Selasa, 24 Apr 07 14:56 WIB

Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR menolak kehadiran 10 delegasi dan Ketua Parlemen Israel dalam konferensi internasional anggota parlemen se-dunia (Inter Parliamentary Union/IPU) yang akan digelar di Bali pada 29 April hingga 4 Mei.
“Fraksi PAN menolak kedatangan delegasi Israel. Kita sebagai bangsa terbesar berpenduduk Muslim punya hak, ” ujar anggota F-PAN Djoko Susilo kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/4).
Dijelaskannya, konon delegasi parlemen Israel yang akan datang ke konferensi IPU akan dikawal oleh intelijen Israel, Mossad. “Kalau mereka datang pakai intelijen, kuat alasan kita untuk menolak, ” tegas anggota Komisi I itu.
Djoko menjelaskan, pada konferensi yang sama tahun 2000 di Jakarta, delegasi Israel juga juga urung datang karena ditolak keras oleh masyarakat Indonesia.
“Waktu itu masyarakat begitu keras menolak, dan akhirnya mereka (delegasi Israel) batal datang. Sekarang penolakan yang sama terjadi. Masyarakat kan sudah menyuarakan penolakan itu, ” katanya. (dina)

AddThis Feed Button